Cerita Sukses Pengusaha Travel Banting Setir Budidaya Anggrek di Masa Pandemi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 15:02 WIB
bupati anas
Bupati Anas menilik usaha anggrek Rohimah (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Masa pandemi bukan akhir dari segalanya. Hal itulah yang menjadi prinsip hidup salah satu warga Banyuwangi, Rohimah(45), untuk terus bertahan. Di situasi yang tidak menentu ini Rohimah bersama keluarga justru berinovasi membuka pembudidayaan Anggrek dengan melibatkan warga sekitar.

Usaha travel yang selama ini digeluti Rohimah bersama keluarganya jatuh terpuruk saat pandemi tiba. Yang biasanya melayani orderan wisata manca negara, kini usahanya mandeg.

"Kami sebenarnya yakin, bahwa jasa travel suatu saat akan pulih kembali, namun kan roda ekonomi keluarga harus terus berjalan. Maka, kami berputar otak mencari peluang lain," jelas Rohimah kepada detikcom, Minggu (11/10/2020).

Mereka pun lalu menjajal pembudidayaan anggrek. Selain karena penggemar anggrek, Rohimah melihat kondisi pandemi yang membuat orang harus banyak tinggal di rumah menjadikan berkebun sebagai salah satu cara orang untuk membunuh waktu luangnya.

"Membudidayakan Anggrek jadi pilhan kami. Selain tanaman yang sedang dicari orang, saya pikir tanaman yang berbunga pasti akan lebih diminati orang. Berbekal hobi merawat anggrek, kami pun lalu bertekad mulai menekuni ini sejak Juni 2020 lalu," kata dia.

Tinggal di lingkungan yang sejuk di kaki Gunung Raung, tepatnya di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, membudiyakan anggrek sangatlah tepat. Apalagi, Rohimah bersama keluarganya memiliki lahan yang luas di daerah tersebut.

Maka, sejak Juni 2020 mulailah mereka melakukan usaha pembudidayaan. Berbagai jenis Anggrek mulai dikembangkan, seperti dendro, cataleya, bulan, tanah dan panda. Juga dikembangkan budidaya anggrek hutan endemis Raung yang jumlahnya mencapai 27 spesies.

Meskipun baru dimulai, namun sudah banyak konsumen yang tertarik dengan angrek-anggreknya. Ada yang membeli bibit hingga yang sudah berbunga. Mereka juga datang dari Lombok, Surabaya, dan Jakarta.

Dalam pembudidayaan ini, Rohimah memberdayakan warga sekitar lewat proses pembibitan. Warga dilibatkan untuk perawatan dan pembesaran bibit dalam pot, yang jumlahnya mencapai ribuan pot.

Selanjutnya
Halaman
1 2