Polisi Duga Rusuh Demo Omnibus Law di Surabaya Disusupi Anarko

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 18:36 WIB
Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddison Isir
Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddison Isir (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Aksi demo tolak omnibus law di Grahadi dan kantor Gubernur Jatim yang dilakukan oleh elemen buruh dan mahasiswa pada Kamis (8/10) berjalan kondusif. Namun sempat terjadi kericuhan yang diduga dilakukan oleh anarko.

"Seperti kita ketahui bahwa kawan-kawan dari serikat buruh, ada juga kawan-kawan mahasiswa melaksanakan unjuk rasa menyampaikan pendapat. Penyampaian pendapat di kantor gubernur berjalan kondusif. Kemudian ada rencana penyampaian pendapat di Grahadi. Namun penyampaian pendapat di Grahadi ini dilakukan ada yang menyusup, yang kami identifikasi di sini ada beberapa elemen terkait dengan anarko," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddison Isir kepada wartawan di Mapolretabes Surabaya, Jumat (9/10/2020).

"Yang kemudian tidak ada proses penyampaian pendapat, karena kemudian kawan-kawan mahasiswa membatasi diri. Upaya-upaya untuk melakukan pengrusakan sudah nyata di depan mata. Sehingga kemudian kita lakukan tindakan pendorongan dan pembubaran serta penceraiberaian yang berlangsung hingga jam kurang lebih 18.30 sampai jam 19.00 WIB," lanjut Isir.

Dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut, Isir menyampaikan jika ditemukan elemen anak-anak sekolah. Baik itu tingkat SMP dan SMA. Isir menambahkan setelah didalami, subtansi yang disampaikan oleh massa aksi, penyampaian pendapat tidak diketahui. Untuk menghindari hal-hal yang diinginkan, pihaknya kemarin telah mengamankan hampir sekitar 253 orang.

"Total kemarin yang diamankan di Polrestabes Surabaya, termasuk yang beberapa di Grahadi total ada 253," tandas Isir.

Para pendemo yang diamankan di Grahadi sebagian ada yang diamankan di Polda Jatim dan sebagian diamankan di Polrestabes Surabaya.

(iwd/iwd)