Cerita Pria di Lamongan yang Terus Bikin Wayang Kulit Karena Cinta

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 07:19 WIB
Rais Saputro (59) pembuat wayang kulit
Pembuat wayang kulit asal Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Saat ini tak banyak orang tekun membuat wayang kulit. Selain rumit, proses pembuatannya sangat panjang. Salah satunya yang masih tegak lurus membuat wayang yakni Rais Saputro (59).

Warga Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan, ini kerap membuat wayang. Hal itu lantaran kecintaannya sejak kecil terhadap tokoh-tokoh pewayangan. Berawal dari kesukaan menggambar tokoh pewayangan muda hingga pengalaman sebagai pengrawit penabuh kendang di gamelan wayang membuatnya 'jatuh cinta' pada seni tradisional wayang ini.

"Saya mengerjakan kesenian pembuatan wayang ini semenjak masih muda hingga sekarang," kata Rais Saputro dalam perbincangannya dengan detikcom, Kamis (8/10/2020).

Untuk proses pembuatan wayang, terang Rais, diawali dengan mencari kulit sapi dan mengeringkan kulit tersebut lebih kurang 1 bulan hingga benar-benar kering. Setelah benar-benar kering, proses pembuatan selanjutnya yakni membersihkan bulu hingga benar-benar bersih.

"Setelah bersih barulah kita melakukan pemahatan atau pengukiran dan pemberian warna. Proses inilah sebenarnya yang membutuhkan ketelatenan," ujar Rais.

Rais menambahkan proses pengukiran hingga pemberian warna untuk satu wayang membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu. Proses yang paling susah saat membuat wayang kulit dengan berpakaian probo atau baju karena membutuhkan ketelatenan lebih.

Selanjutnya
Halaman
1 2