Dua Korban Pemerkosaan Hingga Hamil di Bondowoso Alami Trauma Psikis

Chuk S Widarsha - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 12:36 WIB
pemerkosaan di bondowoso
Paman yang memperkosa keponakan diperiksa (Foto: Chuk S Widarsha)
Bondowoso -

Dua gadis di Bondowoso yang diperkosa hingga hamil mengalami trauma berkepanjangan. Keduanya masih takut berinteraksi dengan tetangga dan orang lain.

Trauma psikis berkepanjangan itu terjadi lantaran mereka merasa malu setelah hamil. Apalagi, hamilnya di luar kehendak dan kemauan. Karena buah tindakan secara paksa dari orang lain.

"Berdasarkan keterangan keluarganya, selain syok juga trauma psikis," ungkap Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo,kepada detikcom di kantornya, Rabu (7/10/2020).

Yang jelas, imbuh Agung, korban saat ini butuh penanganan terutama psikisnya. Harus ada tindakan trauma healing atau penyembuhan pascatrauma tetap yang harus dilakukan untuk memulihkan kejiwaannya.

"Harus dilakukan visum et psikiatri. Sehingga dapat segera diketahui sejauh mana trauma psikisnya. Itu diperlukan ketika memberikan kesaksian, baik pemeriksaan maupun di persidangan," papar Agung.

Diberitakan sebelumnya, dalam kurun tak sampai sepekan, dua gadis melapor ke polisi karena jadi korban pemerkosaan hingga menyebabkan kehamilan. Korban terpaksa melayani nafsu bejat pelaku karena di bawah ancaman kekerasan.

Korban merupakan warga wilayah Botolinggo dan Wringin. Kedua korban saat ini tengah hamil 4 bulan. Salah satu pelaku asal Wringin merupakan paman korban sendiri yang saat ini sudah ditangkap dan jadi tersangka.

Pelaku dibidik dengan pasal 285 KUHPidana, yakni melakukan persetubuhan dengan ancaman kekerasan. Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun kurungan penjara.

(iwd/iwd)