Hajatan Kepala Kemenag Jombang Dinilai Langgar Prokes, IDI Kritik Satgas COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 19:04 WIB
Pernikahan Putri Kepala Kemenag Jombang Diwarnai Kerumunan Tamu Undangan di tengah pandemi
Hajatan nikah anak kepala kemenag Jombang melanggar prokes (Foto: Istimewa)
Jombang -

Hajatan mewah yang digelar Kepala Kemenag Jombang Taufiq Abdul Djalil dinilai melanggar protokol kesehatan. Pelanggaran tersebut terjadi karena sejumlah kesalahan pada tahap pelaksanaan hajatan. Satgas Penanganan pun COVID-19 diminta berbenah.

Ketua IDI Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari pemilik hajatan dan panitia. Menurut dia, Taufiq telah berkoordinasi dengan Satgas Penangan COVID-19 Kabupaten Jombang sebelum menggelar resepsi pernikahan putrinya. Selain mengajukan izin, Kepala Kemenag Jombang itu juga menyodorkan konsep-konsep hajatan tersebut digelar dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Konsepnya saya kira sudah ok. Kelihatannya pelaksanaannya yang bermasalah. Misalnya tentang jaga jarak. Kalau tamunya bareng-bareng datang, akhirnya bergerombol. Rupanya petugas bagian mengamankan jarak tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Kedua tentang masker, panitia yang bertugas tidak mengambil sikap tegas, misalnya menolak (Tamu yang tak pakai masker) atau membagikan masker," kata dr Iskandar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/10/2020).

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan Peraturan Bupati Jombang No 57 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, hajatan wajib digelar dengan mematuhi protokol kesehatan. Penyelenggara hajatan juga wajib membatasi tamu undangan maksimal 50 persen dari daya tampung ruangan.

Iskandar menilai ketentuan terkait daya tampung ruangan untuk menggelar hajatan, belum jelas. "Menghitung kapasitas ruangan tidak mudah. Ballroom Hotel Yusro katanya untuk 1.000 orang. Itu kondisi bagaimana? Kalau separuh lebih terpakai untuk tempat hiburan, konsumsi, ruang yang tersedia lebih kecil. Ini menjadi pelajaran gugus tugas dan masyarakat, yang dimaksud kapasitas ini bagaimana? Konteks jaga jarak kan ruangan untuk bergerak dan berlalu lalang," terangnya.