Begal yang Ditembak Mati Pernah Curi Sapi Hingga Lempar Bondet ke Polisi

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 16:33 WIB
ilustrasi penembakan
Foto: Internet
Pasuruan -

Seorang begal mengumbar tembakan ke polisi saat ditangkap. Polisi pun menyudahi aksi brutal pelaku dengan tembakan hingga pelaku tewas. Begal berinisial S (45) ini ternyata pernah mencuri sapi hingga membacok warga.

Sebelumnya, Tim Opsnal Subdit III Jatanras Polda Jatim dengan Tim Resmob Polres Pasuruan Kota menangkap S pada Senin (6/10) sekira pukul 23.20 WIB. S yang masuk sebagai DPO ini merupakan warga Dusun Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan S kerap melakukan tindak kriminalitas. Dari catatan kepolisian, S adalah seorang residivis pencurian dengan kekerasan (curas) sapi di Polres Lumajang

"Pelaku juga pernah menjadi residivis Polres Pasuruan dengan kasus membacok warga, dan menjadi DPO," papar Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (6/10/2020).

Selain itu, S juga tercatat pernah melakukan tindakan kriminal lainnya. Seperti perampasan sepeda motor di Gempol Pasuruan, melempar Bondet kepada anggota Brimob Watu Kosek Pasuruan dan terakhir menjadi DPO Polda Jatim terkait kasus Curanmor (R4).

"Selama masa Pandemi COVID-19, Polri tetap melakukan pemeliharaan Kamtibmas dan penegakan hukum untuk melindungi masyarakat, mengayomi dan melayani masyarakat," imbuh Truno.

Truno memaparkan penangkapan ini bermula saat petugas mendapatkan informasi jika DPO berada di rumah warga sedang menghadiri hajatan. Lalu, anggota yang sudah standby di Mako Polsek Grati, bergerak memburu pelaku.

Saat berada di Jalan Desa Jeladri, Kecamatan Lumbang, anggota berpapasan dengan S, yang mengendarai motor bersama seseorang yang tidak dikenal. Anggota yang tak mau kehilangan jejak langsung memutar arah dan mengejar tersangka.

"Namun, saat dilakukan pengejaran, tersangka mengetahui jika dirinya diburu oleh polisi. Saat akan masuk ke gang kecil, Bripda Moch. Benny menarik sarung tersangka hingga terjatuh," ungkap Truno.

Kemudian saat terjatuh, secara tiba-tiba tersangka mengeluarkan pistol revolver rakitan dengan amunisi 5.56 mm dan menembakkan ke arah perut Bripda Benny dan Bripka Sutiyono. Atas kejadian ini, anggota lain sempat baku tembak dengan tersangka. Sedangkan tersangka tewas ditembak polisi di lokasi kejadian.

(hil/iwd)