Operasi Yustisi di Jatim Tindak 1.061.014 Pelanggar, 56 di Antaranya Tempat Usaha

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 09:57 WIB
Ratusan Warga Surabaya Kena Ciduk COVID-19 Pemburu Protokol Kesehatan, Didenda Rp 52 Ribu
Ilustrasi pelanggar protokol kesehatan (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Operasi Yustisi protokol kesehatan di Jawa Timur telah menindak lebih dari satu juta pelanggar. Data mulai 14 September hingga 4 Oktober 2020, tercatat 1.061.014 pelanggar yang didapat dari 74.694 titik operasi.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan operasi ini cukup efektif menurunkan angka penularan COVID-19. Tercatat, Rate of Transmission atau tingkat penularan di Jatim sudah di bawah angka 1 dalam 14 hari terakhir.

Dalam operasi ini, pada pelanggar dilakukan penindakan baik teguran, denda administrator hingga melakukan kerja sosial. Angka pelanggaran di Jatim juga tercatat sebagai jumlah operasi dan penindakan pelanggar prokes tertinggi yang pernah dilaksanakan suatu daerah di Indonesia.

"Jadi sampai dengan 4 Oktober kemarin sudah ada 1.061.014 yang ditindak. Baik itu teguran, ada yang kerja sosial dan denda administratif," kata Khofifah saat rakor bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (5/10/2020) malam.

Dari operasi yustisi ini, tercatat ada 56 tempat usaha yang dihentikan sementara karena tidak menerapkan protokol kesehatan. Lalu, ada empat pelanggar yang mendapat hukuman kurungan.

Khofifah menambahkan operasi yustisi tidak hanya memberikan hukuman pada pelanggar. Namun juga ada reward atau hadiah berbasis kearifan lokal, yang diberikan pada warga yang patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Saat operasi yustisi, juga diberikan reward bagi yang menggunakan masker. Jadi sama-sama dihentikan di jalan, tapi yang pakai masker kita beri reward," imbuh Khofifah.

Pemberian reward ini, lanjut Khofifah, merupakan salah satu cara mengedukasi masyarakat. Karena reward bisa menjadi wujud apresiasi atau penghargaan pemerintah atas kepatuhan masyarakat dalam upaya memerangi COVID-19.