Ini 4 Organ yang Bisa Rusak Diserang COVID-19 Selain Paru-paru

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 13:37 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Selama ini virus COVID-19 yang masuk ke dalam tubuh merusak organ dalam paru-paru. Rupanya, organ lain juga bisa rusak akibat terpapar Corona. Apa saja?

Dokter anastesi RSU dr Soetomo, Dr dr Christrijogo Sumartono W SpAn KAR KIC mengatakan kerusakan organ sering terjadi pada pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta. Kerusakan bisa terjadi pada organ paru-paru, sel darah, jantung, usus, ginjal dan otak.

"Sebetulnya rusaknya tidak terlalu permanen, tapi setelah kuman masuk dan mati tidak bisa hidup pada manusia. Manusiakan juga terus regenerasi, tapi sembuhnya kerusakan tersebut memang agak lama," kata Christrijogo, Senin, (5/10/2020).

Sementara organ-organ yang rusak setelah terpapar COVID-19 yakni:

1. Paru-paru

Christrijogo mengatakan, yang paling sering terinfeksi COVID-19 adalah organ paru-paru. Meskipun virus sudah mati, tetapi paru-paru akan melakukan regenerasi.

"Jadi saat sudah dinyatakan sembuh oleh pemeriksaan PCR, tapi waktu rontgen masih ada bercak putihnya. Ini akan sembuh karena paru-paru meregenerasi tapi agak lama," jelasnya.

2. Sel darah merah

Sel darah juga kerap mengalami aglutinasi darah (Proses menempel dan menggumpalnya darah akibat bereaksi dengan antibodi). Jika virus COVID-19 menempel akan menyebabkan darah menjadi beku dan tidak bisa mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

"Ini bisa sembuh tapi agak lama, karena beberapa pasien sudah dinyatakan negatif PCR-nya. Kalau dites aglutinasinya masih tinggi," ujarnya.

3. Usus

Meskipun sudah dikatakan negatif COVID-19, pola makan harus tetap dijaga. Hindari pedas, telalu asam dan jangan membuat usus terangsang agar tidak diare lagi.

4. Otak

Otak juga menjadi salah satu bagian organ yang bisa rusak akibat COVID-19.

"Beberapa laporan mengatakan apalagi aliran darah ke otak tidak lancar bisa menimbulkan gejala seperti stroke. Beberala pasien ada yang mengeluh sakit kepala karena pembuluh darah terganggu," kata dia.

5. Ginjal

Pasien gagal ginjal yang terpapar COVID-19 bisa meningkatkan risiko kematian. Karena aliran darah ke ginjal terganggu. "Keberhasilan cuci darah sangat kecil karena aliran darah tidak lancar," ujarnya.

Meski begitu, keberhasilan dari kesembuhan COVID-19 tetap pada daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, pentingnya disiplin protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh.

"Virus ini bisa mati karena sabun dan alkohol. Oleh sebab itu, mandi, cuci tangan, itu sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kita harus optomis kalau penyakit ini bisa sembuh asal kita memperhatikan protokol kesehatan dan makanan bergizi," pungkasnya.

(fat/fat)