Jatim Belajar Ilmu Adaptasi Protokol Kesehatan dari Inggris Raya

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 10:23 WIB
gubernur khofifah
Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemprov Jatim melakukan kerja sama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris Raya. Kerjasama ini berupa Program Pelatihan Behavioural Science atau ilmu perubahan perilaku untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan di era new normal.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan format yang nanti dilakukan para expert dari Nudgeplus memudahkan Pemprov Jatim. Khususnya dalam melakukan inovasi mengajak masyarakat patuh pada protokol kesehatan.

Tak hanya itu, Khofifah menyebut intervensi yang dilakukan berbasis ilmu perubahan perilaku. Ilmu ini yang telah dikembangkan di Inggris Raya dan akan disesuaikan dengan kultur masyarakat Jawa Timur.

Selain itu, Khofifah mengatakan protokol kesehatan yang diperkuat dari berbagai lini ini terbukti sangat efektif di Jatim. Dalam dua minggu terakhir.

"Operasi Yustisi yang dikombinasikan dengan kampanye pakai masker yang dilakukan di berbagai kota dan kabupaten kini menjadikan Jawa Timur menjadi provinsi besar di Jawa dengan kasus aktif COVID-19 terendah, yakni hanya 3.455 atau setara 7.84 persen per Jumat," papar Khofifah di Surabaya, Sabtu (3/10/2020).

Khofifah berharap penerapan ilmu behavioural science dalam kampanye protokol kesehatan semakin menekan penyebaran COVID-19 di Jatim.

"Mudah-mudahan semuanya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat untuk bisa segera beradaptasi pada kebiasaan baru. Mengingat sampai saat ini COVID-19 tidak ada yang tahu kapan berhenti penyebarannya," harapnya.

Simak juga video 'Jubir Wapres: Vaksin Tak Halal Tak Masalah Karena Darurat':

[Gambas:Video 20detik]