Pemkab Banyuwangi dapat Bantuan Alat PCR dan Perbaikan Infrastruktur

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 15:29 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas/Foto: Ardian Fanani
Banmyuwangi -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Banyuwangi mendapat bantuan satu set alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk penanggulangan COVID-19. Selain itu, pemkab juga mendapat bantuan perbaikan infrastruktur di tiga daerah.

Bantuan RT-PCR dan perbaikan infrastrukur di Kecamatan Pesanggaran ini diberikan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), Operator tambang emas Gunung Tumpangpitu di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Selasa (29/9/2020).

Bantuan tersebut diterima oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di pendopo kabupaten. Seluruh bantuan itu merupakan Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan tambang emas satu-satunya di Pulau Jawa ini.

"Dengan PCR ini, gugus tugas bisa lebih cepat menangani status keterjangkitan di Banyuwangi. Selama ini PCR hanya bisa dilakukan di luar Banyuwangi lantaran ketiadaan alat," jelas Dewan Direksi PT BSI, Boyke Abidin.

PCR ini telah lulus uji. Saat ini dioperasionalkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banyuwangi.

Alat PCR ini, tambah Boyke, melengkapi bantuan PT BSI yang telah diberikan bulan Mei lalu, yakni berupa 2 buah ventilator, yang masing-masing diberikan untuk RSUD Blambangan dan RSUD Genteng.

"Untuk satu set peralatan PCR harganya Rp 1,1 miliar, sedangkan untuk satu unit ventilator harganya Rp 1,2 miliar. Sejauh ini, PT BSI telah menyerahkan bantuan senilai Rp 7 miliar untuk penanganan COVID-19, baik dalam bentuk alat kesehatan maupun dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar AnasBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Foto: Ardian Fanani

Di luar bantuan terkait penanganan COVID-19, kata Boyke, PT BSI juga menyerahkan tiga proyek infrastruktur yang telah selesai dibenahi di Kecamatan Pesanggaran. Antara lain normalisasi Kali Gonggo sepanjang 5,2 km yang dilakukan sejak tahun 2019 lalu, pengecoran untuk jalan beton Pancer-Pulau Merah sepanjang 3,85 kilometer dan instalasi air bersih untuk 184 kepala keluarga (KK) di Kampung Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung.

"Kami percaya, kondisi jalan yang prima dapat mendorong perkembangan wisata di 2 tempat, yakni Pantai Mustika Pancer dan Pulau Merah. Kami berharap ke depan akan lebih banyak lagi keluarga yang merasakan manfaat program ini. Program ini bisa membantu mengatasi kekurangan air di musim kemarau dan menanggulangi masalah kesehatan yang berhubungan dengan sanitasi selama ini," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada PT BSI, atas kepedulian terhadap masyarakat Banyuwangi.

"Kami tentu sangat berterimakasih. Dengan bantuan PCR dari BSI ini sangat bermanfaat dan saat ini sudah bekerja. Untuk mengidentifikasi penyelesaian penanganan COVID-19 di Banyuwangi," kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Selama ini, kata Anas, untuk mengidentifikasi penderita COVID-19 pihaknya harus mengirim sample ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan (Balitbangkes Jakarta). Sehingga untuk mengidentifikasi penderita COVID-19 memakan waktu cukup lama.

"Biasanya kita kirim sample swab ke Surabaya atau ke Jakarta. Seperti yang di pondok pesantren kemarin itu langsung ditangani Jakarta. Tentu dengan adanya PCR ini kita bisa sendiri. Cukup 2 jam, sudah bisa diketahui hasilnya," kata Anas.

Bantuan alat PCR dari PT BSI ini, kata Anas, memiliki kapasitas untuk menguji 40 sampai 60 sample per hari. "Ini tadi kita minta untuk ditingkatkan. Paling tidak bisa 150 sampai 200 sampel perharinya. Alhamdulillah PT BSI menyanggupi," imbuh Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga berdialog secara online dengan beberapa warga Pesanggaran. Rata-rata mereka mengaku senang dengan adanya berbagai perbaikan infrastruktur di wilayahnya.

Anas berharap dengan adanya jalan yang sudah bagus, masyarakat juga aware menjaga lingkungannya.

"Tetap jaga kebersihan ya, jangan buang sampah sembarangan. Anak-anak muda yang mengelola homestay, tetap jaga kebersihan homestaynya. Lain kali saya ingin menginap disana," selorohnya mengakhiri.

(suk/bdh)