Round-up

Antara Gatot dan Surabaya Adalah Kita soal Demonstran Bayaran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 09:15 WIB
salah satu tokoh deklator KAMI Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom

Mantan Panglima TNI ini juga menilai, keberadaan KAMI membawa berkah bagi para demonstran yang ada di Surabaya. "Jadi keberadaan KAMI itu membawa berkah. Besok lagi demonya yang banyak lagi. Jadi ada rezeki buat kawan-kawan kita yang ikut demo," lanjutnya.

Apa yang disampaikan Gatot mendapat respons dari Surabaya Adalah Kita. Koordinator Lapangan Surabaya Adalah Kita, Edi Firmanto membantah bahwa massa yang ada di Gedung Juang 45 Surabaya adalah demonstran bayaran.

"Saya Korlapnya. Suruh ngomong ke depan saya kalau ngomong gitu. Temui saya. Ngawur itu, kok bisa ngomong bayaran," terangnya.

Edi menilai omongan Gatot soal demonstran bayaran salah. Apalagi, demonstran yang datang sesuai hati nurani untuk menyelamatkan NKRI.

"Saya sakit hati. Itu gak bayaran. Kalau memang berani ngomong gitu, datangi rumah saya si Gatot. Itu hati nurani. KAMI itu membuat kisruh dan makar," tegasnya.

Edi menambahkan bila tujuan Gatot di KAMI untuk berpolitik, lebih baik menunggu momen politik di tahun 2023-2024. "Saya menolak KAMI tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di seluruh Indonesia. Kalau mau berpolitik ya nunggu tahun politik, jangan bikin kisruh," imbuhnya.

Diketahui, massa dari Surabaya Adalah Kita merupakan gabungan perwakilan dari ormas yang ada di Surabaya dan Jawa Timur. Seperti Bara JP Jatim, Maluku 1 Rasa (M1R), FORSATU (Forum Surabaya Bersatu), JPKP Nasional.

Halaman

(sun/bdh)