Siswa Banyuwangi Bantu 1.300 Teman Kurang Mampu di Tengah Pandemi COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 18:12 WIB
siswa Banyuwangi Bantu 1.300 Teman Kurang Mampu di Tengah Pandemi
(Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Program membangun solidaritas antar-pelajar di Banyuwangi, Siswa Asuh Sebaya (SAS), terus berjalan di tengah pandemi COVID-19. Meski belajar tatap muka belum dimulai, gerakan ini kembali menyalurkan bantuan senilai Rp 370 juta untuk 1.300 pelajar dari 33 SD dan 9 SMP guna menopang pendidikan mereka. Bantuan tersebut ada yang berupa beasiswa, alat dan modul pembelajaran, handphone, dan pulsa internet.

Siswa Asuh sebaya (SAS) sendiri merupakan gerakan membangun kepedulian antarpelajar di Banyuwangi. Pengelolaannya dilakukan dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa di sekolah tersebut. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011, hingga saat ini telah menyalurkan dana hingga Rp19,1 miliar untuk membantu pendidikan ribuan anak di Bumi Blambangan.

"Sebenarnya bukan pada nilainya, yang terpenting justru bagaimana kita menumbuhkan rasa peduli sesama sejak usia pelajar. Sehingga, kita semua berharap, para pelajar kelak menjadi generasi yang welas asih, suka menolong, sehingga masyarakat kita menjadi semakin guyub," ujar Anas kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Bantuan SAS ini, lanjut Anas diberikan ke siswa yang membutuhkan tanpa prosedur yang berbelit. Siswa yang mampu menyisihkan uang jajannya, dikumpulkan bersama, lalu diberikan kepada temannya yang butuh.

"Ada yang menyumbang Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, semua sukarela. Ini cara kami untuk membangun kepedulian dan empati antar siswa. Sebagai modal sosial di antara generasi muda di Banyuwangi. Program ini juga memberikan penanaman pendidikan karakter sejak dini bagi anak," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2