Saat Gubernur Khofifah Ikut Memanen Kelengkeng Super di Lumajang

Nurhadi Wicaksono - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 23:22 WIB
gubernur khofifah memanen kelengkeng
Gubernur Khofifah memanen kelengkeng (Foto: Nurhadi Wicaksono)
Lumajang -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa berkunjung ke Lumajang. Khofifah menyempatkan diri memanen dan merasakan manisnya buah kelengkeng Lumajang. Khofifah mengaku klengkeng asal Lumajang ini lebih nikmat dari pada jenis lainnya.

Potensi agro luar biasa yang dimiliki Lumajang ini akan disupport Pemprov Jatim dengan membantu sertifikasi bibit serta lahan sehingga buah kelengkeng ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga ekspor.

"Ini potensi agro yang luar biasa yang dimiliki lumajang. Kualitasnya menurut saya terbaik dari yang kelengkeng yang saya pernah konsumsi. Kami akan support dengan sertifikasi mulai bibit dan tanahnya sehingga potensi tidak hanya pasar dalam negeri tapi luar negeri," ujar Khofifah, Minggu (27/9/2020).

Buah kelengkeng atau dalam bahasa latin disebut dimocarpus longan lour kaya akan manfaat bagi tubuh yakni mengandung antioksidan dan vitamin c sehingga baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, juga baik untuk kesehatan mata dan kulit.

Gunung Semeru di Lumajang, jawa timur selain terkenal dengan wisata pendakiannya juga terkenal akan kesuburan tanahnya. Sehingga beragam tanaman tumbuh subur di lereng gunung Semeru diantaranya buah kelengkeng.

Tanaman kelengkeng ini tumbuh subur di desa Wonogriyo kecamatan Tekung Lumajang. Kelengkeng super Lumajang ini memiliki kelebihan dibandingkan yang lainnya yakni dagingnya lebih tebal serta rasanya lebih manis dibandingkan jenis lainnya. Tak heran, kelengkeng ini sangat diminati warga.

"Rasanya manis sampai di lidah dan tenggorokan, nikmat banget. Mungkin tanahnya bagus sehingga cocok untuk tanaman kelengkeng ini," ujar Rusmanto (45), salah satu warga.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ike Fitriyah (30) usai menikmati kelengkeng super asal Lumajang ini.

"Kelengkeng ini rasanya manis dan segar dibandingkan lainnya, dagingnya lebih tebal," ujar Ike.

Ketika musim panen tiba, Bunadi dengan dibantu sejumlah karyawannya memanen hingga tiga setengah ton kelengkeng di lahan seluas dua hektar miliknya. Satu pohon kelengkeng bisa menghasilkan 55 Kg kelengkeng.

Harga satu kilogram buah kelengkeng dijual seharga Rp 30.000. Tidak hanya memenuhi pasar lokal Lumajang buah klengkeng asal lumajang ini juga dikirim keluar kota seperti Jakarta.

"Saya memiliki lahan seluas dua hektar yang ditanami kelengkeng. Kalau panen bias sampai 3,5 ton kelengkeng. Selain untuk kebutuhan pasar di Lumajang juga saya kirim ke luar kota seperti Jakarta " ujar Bunadi.

(iwd/iwd)