Pakai Blokade Area, Pemkot Surabaya Gencarkan Rapid Test On The Spot

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 19:33 WIB
wali kota risma
Wali Kota Risma (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Hampir setiap hari Pemkot Surabaya melakukan rapid test on the spot di pusat kerumunan. Ada sistem tersendiri untuk melakukan rapid test on the spot yakni blokade area. Sehingga orang-orang yang berkumpul tidak bisa kabur.

"Itu sudah saya lakukan lama yang ini. Jadi kalau disitu ada yang positif, misalkan di jalan A itu ada yang positif, maka seluruh jalan itu kita rapid," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Minggu (27/9/2020).

Risma mengatakan, karena saat itu belum ada swab atau reagen. Maka, pihanya memakai rapid test, begitu ditemukan reaktif baru dilakukan tes swab.

"Lah ternyata undangan kita 300, itu yang dateng hanya 50% jadi kan itu tidak efektif. Kita kan gak bisa menangkap sebenarnya berapa orang atau mungkin kelewatan, dia yang gak kenak itu justru dia nggak bisa kita tes, kemudian kita lakukan seperti itu," jelasnya.

"Dan hasilnya lumayan kok. Maksudnya progresnya bagus, jadi di beberapa pasar itu nol, jadi tidak ada yang positif di beberapa titik itu," tambahnya.

Risma menjelaskan bahwa setiap hari Pemkot Surabaya melakukan rapid test massal. Artinya, tidak hanya pada hari weekend saja.

Hal itu dikarenakan untuk menjaga dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Bahkan, dari laporan Dinkes Surabaya sendiri, tamu hotel dari luar kota sesuai SE sudah mulai berdatangan ke labkesda untuk tes COVID-19.

"Jadi kalau mereka nginep lebih dari tiga hari, hotel nginep di sana dan itu sudah terjadi, jadi beberapa tamu sudah kesana," ujarnya.

Tesnya sendiri yang digunakan bukan lagi anti body. Melainkan antigen, dimana tingkat keakuratannya sudah 80 persen.

"Tetep kita swab (kalau hasilnya positif). Jadi kita usahakan tetap swab," pungkasnya.

Tonton juga 'Ada Rapid Test On The Spot di Surabaya':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)