Pakar ITS Beberkan Cara Hadapi Potensi Tsunami 20 Meter di Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 16:24 WIB
Ilustrasi tsunami
Ilustrasi tsunami (Foto: Thinkstock)
Surabaya -

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebut adanya potensi tsunami di pantai selatan Jawa setinggi 20 meter. Ahli Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo memaparkan sejumlah cara tangguh dalam mitigasi bencana menghadapi tsunami.

Salah satu yang dicontohkan Amien, yakni cara yang dilakukan masyarakat Pulau Simelue, Aceh yang melakukan deteksi dini saat terjadi tsunami 26 Desember 2004 lalu. Peristiwa gempa dan tsunami yang pernah terjadi di wilayah tersebut, membuat masyarakat di sana aktif mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kearifan lokal yang mereka sebut semong.

"Istilah yang berarti air laut surut ini telah ada sejak tahun 1900. Kearifan lokal yang diceritakan secara turun-temurun hingga melekat dan membudaya ini mengajarkan agar semua orang segera berlari menuju ke bukit apabila mendapati air laut tiba-tiba surut," papar Amien kepada detikcom di Surabaya, Jumat (25/9/2020).

"Berkat teriakan semong ini lah hampir seluruh masyarakat Pulau Simelue selamat dari amukan bencana tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. Padahal, secara geografis letak pulau ini sangat dekat dengan pusat gempa saat itu," tambahnya.

Selain menggunakan cara lokal, Amien menyebut banyak cara yang bisa dilakukan, baik secara individual maupun kolegial. Misalnya belajar kejadian bencana tsunami di masa lampau dan belajar dari bencana serupa di tempat lain, bisa menjadi langkah awal yang penting dalam membangun masyarakat tangguh tsunami.

Salah satunya, tentang kisah saksi mata tsunami di Banyuwangi pada 1994, yang mengaku sempat sempat mendengar suara gemuruh hingga mencium bau belerang yang menyengat sebelum terjadi tsunami. Hal ini bisa menjadi salah satu contoh.

"Saksi mata saat terjadi tsunami di Banyuwangi tahun 1994 mengatakan saat terjadi tsunami beberapa orang mendengar suara gemuruh seperti suara helikopter dan truk penuh material lewat. Demikian juga saat laut surut, bisa tercium bau belerang yang menyengat, hal ini terjadi karena endapan belerang di dasar laut terkelupas saat laut surut. Bisa juga muncul ledakan saat endapan methan di dasar laut bersentuhan dengan udara bebas akan meledak dan menimbulkan bola api," papar Amien.

Untuk itu, Amien meyakini masyarakat yang ada di daerah pesisir biasanya mengetahui potensi bencana. Untuk itu, perlu dilakukan penguatan dalam membentuk masyarakat tangguh tsunami, bahkan dari tingkat RT.

Tonton juga 'Panduan Kesiapsiagaan dan Evakuasi Hadapi Bencana di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2