3 Kg Sabu Asal Malaysia Gagal Diselundupkan Lewat Bandara Juanda

Suparno - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 13:24 WIB
penyelundupan sabu di bandara juanda
Pelaku dan barang bukti saat jumpa pers (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

3 Kg sabu gagal diselundupkan ke Indonesia melalui Bandara Juanda. Sabu tersebut disamarkan di dalam stop kontak dan sakelar.

Sabu tersebut dibawa oleh Budi Hartono (39), warga Probolinggo. Petugas bea cukai di Bandara Juanda curiga dengan barang yang dibawa pelaku.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda Tipe Madya Pabean (KPPBCTMP) Juanda Budi Harjanto mengatakan pada Selasa (22/9) sekitar pukul 10.40 WIB, pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ321 rute Kuala Lumpur- Surabaya mendarat di Bandara Juanda.

"Berdasarkan hasil analisis dari Tim Intelijen Bea Cukai Juanda, terdapat informasi penyelundupan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) melalui Bandara Internasional Juanda. Atas informasi tersebut, kemudian disampaikan kepada petugas operasional di lapangan untuk dilakukan atensi yang lebih mendalam terhadap seluruh penumpang," kata Budi kepada wartawan di Kantor Bea dan Cukai, Jumat (25/9/2020).

Budi menambahkan petugas kemudian melakukan x-ray terhadap barang penumpang yang diangkut pada bagasi penumpang Air Asia QZ321. Sekitar pukul 11.30 WIB petugas x-ray mencurigai satu barang dalam kemasan kardus berwarna cokelat.

Sekitar pukul 13.00 WIB barang yang telah ditarget petugas x-ray ini diambil oleh seorang penumpang laki-laki. Penumpang tersebut lalu diamankan.

"Pelaku mengaku barang haram itu berasal dari temannya di Malaysia. Pelaku ingin pulang ke Indonesia tapi tidak memiliki uang, kemudian oleh teman pelaku dibelikan tiket. Dengan syarat harus membawa barang titipan tersebut," tambah Budi.

Budi menjelaskan barang haram tersebut dikemas bersama peralatan listrik berupa stop kontak dan sakelar. Petugas Bea Cukai Juanda menemukan 29 bungkus plastik berisi kristal putih diduga sebagai Methamphetamine (sabu) yang disembunyikan di dalam 29 lamp switched socket outlet atau stop kontak dan sakelar lampu merek Bossman yang setelah dilakukan penimbangan mempunyai total berat ± 3,045 Kg.

Terhadap kristal putih tersebut dilakukan uji laboratorium di Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas II Surabaya dan hasilnya adalah positif Methamphetamine (sabu). Selanjutnya Bea Cukai Juanda bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur melakukan pengembangan lebih lanjut.

"Pelaku akan dijerat pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dan pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. Dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup," tandas Budi.

(iwd/iwd)