Keluarga Kerap Kerasukan, Makam Pria di Mojokerto Ini Dibongkar

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 19:02 WIB
pembongkaran makam
Makam DRS yang sempat dibongkar lalu dikembalikan lagi (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Makam pria berinisial DRS (52), warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dibongkar oleh keluarganya. Pasalnya, keluarga almarhum mengaku kerap kerasukan makhluk gaib.

Kuburan DRS di Dusun Jetak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro dibongkar keluarganya pada Selasa (22/9) sekitar pukul 21.00 hingga hampir tengah malam. Dibantu warga sekitar, keluarga melakukan pemulasaraan ulang. Jenazah DRS lantas kembali dikubur di liang lahat yang sama.

Warga setempat berinisial H (45) mengatakan, DRS meninggal dunia sekitar dua pekan yang lalu karena penyakit jantung. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Dusun Jetak menggunakan protokol COVID-19.

Menurut H, makam DRS dibongkar lantaran keluarganya kerap dihantui. Bahkan beberapa anggota keluarga sering kali kesurupan.

"Keluarganya ada yang sering ketempelan (kerasukan makhluk gaib). Seakan almarhum minta pemakamannya disempurnakan," kata H saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/9/2020).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander membenarkan adanya pembongkaran makam tersebut. Dia menerjunkan tim untuk mendalami pembongkaran makam DRS. Rupanya, makam pria 52 tahun itu dibongkar lantaran keluarganya kerap dihantui.

"Cerita keluarganya seperti itu," terangnya.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini menjelaskan, DRS sempat dirawat di RSI Sakinah sekitar 15 hari yang lalu. Saat masuk ke rumah sakit, dia dirapid-test. Ternyata hasilnya reaktif sehingga pasien langsung dites swab.

"Setelah diambil swabnya, pasien meninggal dunia. Hasil tes swab baru keluar tiga hari setelahnya, hasilnya negatif COVID-19," tegas Dony.

Meski begitu, lanjut Dony, pihaknya tetap berupaya mencegah pembongkaran makam DRS menjadi klaster baru penyebaran virus Corona. Sebanyak 6 keluarga almarhum yang ikut membongkar makam telah dites swab.

"Tiga orang hasilnya negatif, kami masih menunggu hasil tes swab tiga orang lainnya," tandasnya. (iwd/iwd)