Bansos Kemensos Cair 5 Kali, 16.445 KK Terdampak COVID-19 Mojokerto Gigit Jari

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 20:16 WIB
Bupati Pungkasiadi menyerahkan BST untuk pelaku usaha wisata
Bupati Mojokerto serahkan bansos beberapa waktu lalu (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Bantuan sosial tunai (BST) dari kemensos sudah lima kali dibagikan ke warga terdampak pandemi COVID-19 Kabupaten Mojokerto. Namun, 16.445 kepala keluarga (KK) penerima BST dari Pemkab Mojokerto gigit jari lantaran baru satu kali menerima pencairan. Padahal, Bupati Mojokerto Pungkasiadi berjanji mencairkan bansos tersebut pada Juni-Agustus 2020.

Seperti yang terjadi di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Kepala Desa setempat Miftahuddin mengatakan, BST Kemensos sudah lima kali dicairkan ke 165 KK terdampak pandemi COVID-19 di kampungnya. Setiap KK menerima Rp 2,4 juta selama 5 bulan. Yaitu Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan pertama dan Rp 300.000 per bulan selama 2 bulan terakhir.

Namun 192 KK warga Desa Medali yang tercatat sebagai penerima BST dari Pemkab Mojokerto, harus gigit jari. Karena mereka baru menerima satu kali bansos program Bupati Mojokerto Pungkasiadi itu senilai Rp 600.000 selama virus Corona mewabah.

"Kenapa bantuan dari kabupaten baru cair sekali. Itu niat memberi bantuan apa tidak? Masyarakat banyak yang menanyakan ke kami karena bantuan lainnya sudah cair. Apalagi kondisi ekonomi mereka masih lemah," kata Miftahuddin saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Di tengah kecemburuan sosial di masyarakat, Bupati Mojokerto Pungkasiadi malah mendulukan pencairan BST untuk 293 pelaku usaha wisata pada Senin (21/9). Setiap penerima bakal mendapatkan bantuan tunai Rp 1 juta. Bantuan tersebut dicairkan selama dua bulan, yakni September dan Oktober.

Kebijakan Bupati Pungkasiadi itu membuat heran Miftahuddin. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait waktu pencairan BST dari Pemkab Mojokerto tahap dua.

"Maka dari itu, kami tak tahu bagaimana kebijakan bupati itu. Sementara masyarakat bertanya terus karena bantuan lainnya sudah pada cair," ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sekitar 170 KK yang terdampak wabah Corona di desa ini sudah 4 kali menerima BST dari Kemensos. Artinya, setiap KK menerima Rp 2,1 juta selama pandemi COVID-19.

Sekitar 189 KK di Desa Klinterejo juga sudah 4 kali menerima BST dari dana desa (DD). Sama dengan BST Kemensos, setiap KK menerima Rp 2,1 juta selama wabah virus Corona. Namun, sekitar 100 KK penerima BST Pemkab Mojokerto baru satu kali menerima bantuan tunai Rp 600.000 pada Juni lalu.

"Keluhan masyarakat otomatis cemburu sosial. Karena mereka (penerima BST Pemkab Mojokerto) masih satu kali pencairan, sedangkan lainnya sudah berkali-kali cair," terang Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin.

Selanjutnya
Halaman
1 2