Polisi Akan Tindak Tegas Pengerahan Massa Saat Penetapan Paslon Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 20:08 WIB
pilbup banyuwangi
Rakor KPU dengan polisi soal keamanan saat penetapan paslon (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - KPU dan aparat pengamanan akan bertindak tegas kepada pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang melanggar protokol kesehatan saat tahapan pengundian nomor urut pasangan calon. Polisi dan KPU Banyuwangi melarang keras adanya pengerahan massa saat pengundian dan penetapan nomer urut nanti.

"Hari ini kita rapat koordinasi bersama KPU terkait keamanan jelang tahapan pengundian nomor urut paslon. Terutama kaitannya dalam penegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Menurut Arman, sesuai dengan hasil rapat dengan KPU, ada pembatasan jumlah pendukung yang diperbolehkan hadir saat pengundian nomor urut paslon. Hal ini sesuai dengan PKPU, yang boleh hadir adalah pasangan calon, dua orang perwakilan partai dan LO.

"Sesuai dengan PKPU, yang boleh hadir yakni bapaslon, LO satu orang, dan perwakilan dari partai politik masing-masing dua orang," kata Arman.

Sanksi tegas berupa sanksi sosial hingga denda akan diterapkan jika pendukung di luar ketentuan yang hadir sehingga menyebabkan kerumunan masa.

"Tentu akan kita tindak tegas. Sanksinya sudah tertera di Inpres No 6 Tahun 2020, Perda nomor 2 Provinsi Jatim, maupun di Pergub 53 Tahun 2020. Jadi tidak boleh membuat kerumunan, harus menjaga protokol kesehatan," tegasnya.

"Ini sedang kita komunikasikan dengan masing-masing bapaslon dan partai politik pengusungnya. Agar tidak membawa masa di luar ketentuan yang berlaku," tambah perwira menengah Polri ini.

Sementara itu, Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini menyampaikan, dua hari ke depan ada dua tahapan yang harus dilaksanakan KPU. Yakni penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut pasangan calon.

"Untuk penetapan pasangan calon tanggal 23 September besok, kita tidak mengundang secara tatap muka, melainkan kita umumkan di papan pengumuman dan website KPU. Juga kita kirim surat pengumuman kepada masing-masing Bapaslon dan Tim pemenangannya," kata Anggraini.

Untuk pengundian nomor urut pasangan calon sendiri, kata Anggraini, akan dilaksanakan pada tanggal 24 September di Hotel Ketapang Indah. Pihaknya membatasi jumlah pendukung dari masing-masing pasangan calon.

"Yang kita undang hanya bapaslon dengan LO nya satu orang. Kemudian untuk parpol kita batasi hanya dua orang, yakni Ketua dan Sekretaris. Semua undangan kita beri ID card khusus. Bagi yang tidak memiliki ID card tidak diperbolehkan masuk," ungkap Anggraini.

Anggraini berharap semua bakal pasangan calon agar mentaati ketentuan yang berlaku. Khususnya terkait penegakan protokol kesehatan, sehingga Pilbup Banyuwangi bisa terselenggara dengan baik serta bebas dari COVID-19. (iwd/iwd)