Pemkot Surabaya Akan Rapid Test dan Cek Urine Pelanggar Jam Malam

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:57 WIB
Sebanyak 109 pengunjung dan karyawan bar di Surabaya diamankan. Bar tersebut nekat beroperasi sampai dini hari di tengah pandemi COVID-19.
Sebanyak 109 pengunjung dan karyawan bar di Surabaya yang diamankan, lalu di-rapid test dan tes urine pada Sabtu (19/9)/Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemkot Surabaya akan memperketat pengawasan di lokasi-lokasi yang menjadi tempat nongkrong kawula muda. Aturan jam malam juga akan diperketat sesuai Perwali No 33 Tahun 2020.

Kasat Pol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya akan kembali memperketat jam malam. Pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan melakukan rapid test dan tes narkotika terhadap pengunjung kafe, bar dan karaoke yang nekat buka melebihi jam malam.

"Yang jelas akan kita perketat lagi lha. Nanti kalau ada pelanggaran seperti itu (melebihi jam malam) nanti kita ajukan ke Pariwisata untuk evaluasi perizinannya. Dari polrestabes menyampaikan seperti itu," kata Eddy kepada detikcom, Senin (21/9/2020).

Eddy menjelaskan, anggota Satpol PP Kota Surabaya akan melakukan penyisiran di sejumlah warung-warung pada malam hari. Bahkan setiap pagi, mereka sudah disebar ke sejumlah wilayah perbatasan untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan.

"Anggota kita 24 jam (razia protokol kesehatan), buka hanya pagi, jam 2 dan jam 3 hingga pagi terus kita lakukan penyisiran di warung-warung yang masih buka . Pagi kita juga di empat titik, di MERR, di CITO dan di Tambak Osowilangun, di Suramadu serta perbatasan, jam 5 pagi kita juga sudah di sana. Kita tidak ada berhentinya dalam upaya itu," ungkap Eddy.

Eddy menegaskan, penertiban lokasi yang menjadi tempat nongkrong bukan hanya warung-warung dan kafe saja. Hal yang sama juga dilakukan di bar, diskotek dan tempat karaoke yang masih nekat buka lewat jam malam.

Selanjutnya
Halaman
1 2