Pemkab Banyuwangi Berupaya Minta Tambahan Pupuk Bersubsidi dari Pusat

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 17:11 WIB
Pemkab Banyuwangi berupaya meminta penambahan kuota pupuk bersubsidi untuk para petani. Jatah pupuk subsidi untuk Banyuwangi berkurang hingga 46 persen.
Persawahan di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi berupaya meminta penambahan kuota pupuk bersubsidi untuk para petani. Jatah pupuk subsidi untuk Banyuwangi berkurang hingga 46 persen.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arif Setiawan menyampaikan, kelangkaan pupuk bersubsidi ini akibat pemangkasan kuota oleh pemerintah pusat. Di mana, jatah pupuk subsidi untuk Banyuwangi berkurang hingga 46 persen.

"Jadi, sebenarnya memang alokasi pupuk bersubsidi di Banyuwangi berkurang 46 persen dari Tahun 2019. Untuk semua jenis pupuk bersubsidi," kata Arif kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Sebagai perbandingan, di Tahun 2019 jatah pupuk subsidi jenis urea di Banyuwangi mencapai 61 ribu ton. Namun pada Tahun 2020 ini berkurang signifikan menjadi 38 ribu ton saja.

"Kita sebenarnya mengajukan kuota lebih besar dibandingkan tahun 2019. Namun oleh pemerintah pusat justru dikurangi dalam jumlah signifikan. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi berlaku di seluruh Indonesia," ungkapnya.

"Kita sebenarnya tidak ingin seperti ini di tengah pemerintah gembar-gembor ketahanan pangan. Mungkin ini kebijakan pemerintah untuk menciptakan kemandirian petani. Bisa jadi tahun depan akan dikurangi lagi," tambahnya.

Saat ini, kata Arif, stok pupuk bersubsidi yang ada tinggal 88 ton. Itu pun hanya untuk 5 Kecamatan. "Jadi ini bukan langka lagi. Memang tidak ada karena memang alokasinya berkurang," terangnya.

Tonton juga 'Mantap Jiwa! Warga Subang Sulap Sampah Jadi Pupuk dan Pembasmi Hama':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3