Dengan Prestasi dan Inovasi, Banyuwangi Optimis Jadi Wisata Studi Banding

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 20:16 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tetap optimis dan kreatif. Meski saat ini masih pandemi COVID-19.
Bupati Anas saat bersilaturahmi dengan sejumlah penggerak Pokdarwis di Pendopo Shaba Swagata Blambangan/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tetap optimis dan kreatif. Meski saat ini masih pandemi COVID-19.

Anas meyakini, sektor pariwisata akan tetap tumbuh melaju ke depan. Anas mencontohkan upaya untuk tetap membuat pariwisata Banyuwangi moncer di tengah berbagai tantangan pandemi COVID-19. Salah satunya dengan prestasi dan inovasi kebijakan yang membuat berbagai lembaga pemerintahan, BUMN, dan perusahaan nasional mengunjungi Banyuwangi.

"Kalau strategi kita hanya menawarkan pesona keindahan alam, mungkin sama dengan daerah lain. Tapi kita juga menjual prestasi dan inovasi kebijakan. Sehingga melahirkan pasar baru. Yaitu wisata studi banding yang selama setahun bisa mencapai 100.000 orang luar daerah. Baik itu ASN maupun pegawai BUMN, berkunjung ke Banyuwangi," ungkap Anas saat bersilaturahmi dengan sejumlah penggerak Pokdarwis di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (17/9/2020).

Anas mencontohkan sejumlah inovasi yang membuat banyak daerah berbondong-bondong ke Banyuwangi. Di antaranya Mal Pelayanan Publik pertama di Indonesia, yang dimiliki pemerintah kabupaten, Pasar Pelayanan Publik, hingga beragam inovasi layanan kesehatan dan pendidikan.

"Dari rangking 156, kita kemarin rangking 4 terbaik kinerja se-Indonesia, karena ini Menteri Dalam Negeri merekomendasikan Pemda-pemda belajar ke Banyuwangi. Dengan prestasi ini orang banyak datang ke Banyuwangi, dan kembali lagi dengan keluarganya ke Banyuwangi," ungkap Anas.

Anas menambahkan, di tengah pandemi COVID-19 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI mengeluarkan rekomendasi bahwa Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang bisa dijadikan lokasi kegiatan kementerian di luar daerah. "Untuk dapat surat rekomendasi ini butuh kerja keras, ini bukti bahwa ketika Pokdarwis kompak dan bekerja keras, serta menerapkan protokol COVID-19 lahirlah surat ini," lanjut Anas.

Simak juga video 'Begini Prosedur Kesehatan Pariwisata di Masa Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



Pihaknya menilai sektor kesehatan menjadi nilai jual utama pariwisata pasca-COVID-19. Maka dia mendorong komunitas dengan total 68 kelompok yang tersebar di Kabupaten Banyuwangi ini, melakukan protokol kesehatan sehingga membuat wisatawan merasa aman.

"Kalau Pokdarwis melakukan protokol COVID-19, lalu merasa aman, orang akan kembali lagi. Namun jika wisatawan merasa tidak aman, orang tidak akan kembali," kata Anas.

Sementara Wildan Sukirno, Ketua Pokdarwis Banyuwangi mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir perkembangan pariwisata di Banyuwangi sangat luar biasa. Dia berterima kasih kepada Pemerintah Banyuwangi yang telah mengenalkan pariwisata sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Bahkan dengan adanya sejumlah prestasi yang pernah diraih Banyuwangi, Wildan mengungkapkan, sejumlah anggota Pokdarwis dikontrak daerah lain menjadi mentor untuk berbagi pengalaman dalam mengelola ekonomi pariwisata. Seperti Lumajang, Kalimantan Selatan hingga Papua.

Dia berharap pariwisata Banyuwangi ke depan bisa bertahan meski sektor ekonomi pariwisata saat ini sedang terpuruk di tengah pandemi. "Minimal untuk lima tahun ke depan kita bisa bertahan dulu, kita tidak ingin turun, maka saya berharap pariwisata Banyuwangi ada keberlanjutan," pungkas Wildan.

(sun/bdh)