Pilkada Serentak di Jatim, Wakapolda: Harus Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 17:39 WIB
polresta banyuwangi
Sispamkota yang digelar Polres Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)

Ditambahkan Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, dalam Sispamkota yang digelar di Banyuwangi, digambarkan adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pendukung salah satu pasangan calon. Aksi anarki dilakukan massa karena tidak puas dengan tahapan pilkada.

"Dalam cerita Sispamkota ini massa awalnya bergerak melurug kantor KPU dan menuntut Ketua KPU agar bertanggungjawab karena disinyalir telah terjadi kecurangan saat rekapitulasi suara. Mereka mulai melempari petugas keamanan dengan berbagai material serta merusak berbagai fasilitas umum," ujar Arman.

Menghadapi massa yang beringas, ratusan personel PAM Pengamanan Pilkada Banyuwangi yang terdiri dari unsur Kepolisian, Brimob, Dinas perhubungan dan Satpol PP langsung bertindak. Beberapa ekor anjing polisi juga diterjunkan untuk membubarkan massa.

"Petugas akhirnya menyemprotkan air dari water canon ditambah gas air mata hingga membuat pengunjuk rasa mundur," tambahnya.

Sejumlah demonstran yang pingsan langsung dievakuasi dengan menggunakan protokol kesehatan. Petugas pun berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan para pengunjuk rasa yang anarkis.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memgamini apa yang diungkapkan oleh Wakapolda Jatim. Menurutnya, yang terpenting adalah kelancaran seluruh tahapan Pilkada Banyuwangi lancar dan tidak menjadi penyebab penyebaran COVID-19.

"Paling bagus dengan memperketat protokol kesehatan di masing-masing tahapan pilkada. Termasuk di kegiatan kampanye, kegiatan debat dan kegiatan tahapan pencoblosan nanti. Wajib pakai masker, menyiapkan tempat cuci tangan dan jaga jarak. Kita harap kegiatan ini berjalan lancar tanpa ada halangan," kata Bupati Anas.

Halaman

(iwd/iwd)