Kreatif, Pelajar Surabaya Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan

Surabaya - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 07:21 WIB
Pelajar Surabaya Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan dan Kain
Pelajar ini ubah minyak jelantah (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Proses belajar mengajar beralih ke daring tak membuat pelajar ini terhalang melakukan kreativitas. Terlebih membuat karya yang bisa dimanfaatkan banyak orang saat pandemi COVID-19.

Seperti Davin Nayaka Manzila, pelajar kelas 9 SMPN 2 Kota Surabaya ini membuat kreativitas dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah. Selama sekolah tatap muka dialihkan di rumah, selain belajar, gadis yang kerap disapa Davin ini mengumpulkan limbah minyak jelantah dari tetangga, saudara hingga teman-temannya.

Limbah tersebut akan diolah menjadi Samijel (Sabun minyak jelantah). Menurutnya, limbah minyak jelantah mudah ditemukan. Apalagi, limbah minyak jelantah juga memiliki dampak buruk bagi tubuh. Seperti risiko kanker, bakteri, hingga obesitas.

"Untuk lingkungan, contoh kecilnya ketika kita membuang ke saluran air rumah, lama kelamaan akan mengendap atau menyumbat saluran tersebut. Kalau minyak jelantah mengalir menuju sungai atau laut akan merusak ekosistem air akan terganggu," kata Davin, Selasa (15/9/2020).

Untuk pembuatannya sendiri, pertama-tama Davin mengumpulkan ampas tebu dari para pedagang. Kemudian dijemur selama 1-2 hari sampai kering. Saat kering, limbah minyak jelantah disiram dan masuk kedalam pori-pori ampas tebu.

Setelah itu direndam selama 72 jam atau 3 hari. Karena dengan ampas tebu akan mengurangi kadar asam lemak bebas secara signifikan, dari 0,30% menjadi 0,15%. Sehingga minyak jelantah dapat diolah kembali menjadi bahan lain yang lebih bermanfaat.

Selanjutnya
Halaman
1 2