Ditegur Mendagri Gegara Konvoi ke KPU, Bupati Mojokerto Belum Terima Suratnya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 17:57 WIB
Bupati Mojokerto Pungkasiadi
Bupati Mojokerto Pungkasiadi (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Bupati Mojokerto Pungkasiadi menjadi satu dari 51 kepala daerah yang mendapat teguran dari Mendagri Tito Karnavian. Teguran tersebut diduga karena dia menggelar konvoi saat mendaftar ke KPU Kabupaten Mojokerto sebagai bakal calon bupati.

Dikonfirmasi terkait persoalan ini, Pungkasiadi mengaku belum menerima surat teguran dari Mendagri. Sehingga dia belum mengetahui teguran tersebut. Begitu pula terkait isi teguran yang kabarnya dilayangkan kepadanya.

"Tidak ada suratnya, saya belum terima, endak ada. Saya sendiri tak tahu. Jadi, suratnya endak ada. Tolong dicek aja ke TU sana, saya terbuka kalau ada surat-surat begitu. Tapi saya belum menerima, belum melihat," kata Pungkasiadi usai acara deklarasi tiga bapaslon mematuhi protokol kesehatan selama Pilbup Mojokerto 2020 di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kamis (10/9/2020).

Pungkasiadi bersama pasangannya, Titik Masudah berkonvoi saat mendaftar ke KPU Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/9) pagi. Konvoi bapaslon bupati-wabup Pungkasiadi-Titik Masudah (Putih) dimulai dari kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Desa Kenanten Kecamatan Puri. Pasangan Putih saat itu bersepeda menuju ke kantor KPU Kabupaten Mojokerto di Jalan RAAK Adinegoro, Kecamatan Sooko.

Mereka diiringi para pengurus partai pengusung, tim pemenangan dan para relawan yang mengendarai 10 mobil Willys dan bersepeda. Sedikitnya 11 grup salawat Al Banjari dan terbang jidor, serta kesenian bantengan meramaikan konvoi tersebut. Ketua Tim Pemenangan Pasangan Putih, M Irsyad Azhar mengatakan, konvoi saat itu diikuti sekitar 100 orang.

Terkait konvoi tersebut yang diduga membuat dirinya ditegur Mendagri, Pungkasiadi mengaku sudah berusaha maksimal mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kemarin saya ambil (mendaftar ke KPU) hari Minggu supaya santai, saya ajak olahraga. Protokol kesehatan ini saya junjung tinggi. Wong saya tiap hari memberi edukasi kepada masyarakat. Kemarin itu memang posisinya yang namanya pendukung mintanya ikut semua. Saya coba memecah-mecah itu. Kemarin kan ada bantengan untuk memecah aja supaya tak ada kerumunan. Jadi, kami ajak kemarin olahraga, kita ngonthel. Artinya kami sudah berusaha protokol kesehatan," terangnya.

Kabupaten Mojokerto masih berstatus zona oranye penyebaran COVID-19. Saat ini terdapat 665 orang positif Corona. Terdiri dari 561 pasien sembuh, 26 pasien meninggal dunia, serta 78 pasien dalam perawatan.

Sebelumnya, Mendagri memberi sanksi teguran tertulis terhadap 51 kepala daerah karena membuat pelanggaran. Pelanggaran paling banyak menimbulkan kerumunan massa yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Baik saat deklarasi bapaslon maupun saat mendaftar ke KPU masing-masing daerah.

(fat/fat)