Banyuwangi Kolaborasi Program Pengolahan Sampah di Desa dan Destinasi Wisata

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 23:13 WIB
bupati anas
Demo energi terbarukan (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi terus fokus melakukan upaya penanggulangan sampah. Berkolaborasi dengan program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat), Banyuwangi merancang program pengolahan sampah menjadi energi terbarukan di desa-desa dan destinasi wisata di Banyuwangi.

Program kolaboratif itu diberi nama Banyuwangi Olah Sampah di Sumbernya (BOSS). Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memecahkan berbagai persoalan sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Untuk menjalankan program BOSS ini, Banyuwangi kolaborasi dengan program TOSS, program yang dinaungi oleh Kementerian ESDM dan PLN, bekerja sama dengan Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), dan Comestoarra.com, startup company bidang teknologi informasi penunjang pengembang energi terbarukan.

Program ini menggunakan metode pengelolaan dan pengolahan sampah di sumbernya, lalu menjadikannya sebagai sumber energi terbarukan beruga gas dan listrik tenaga uap. Program TOSS ini terbukti sukses di berbagai tempat, seperti di Klungkung Bali, Ciliwung Jakarta, dan daerah lainnya.

"Program ini bagus karena bisa menjadi model penanganan sampah dari hulu, utamanya di destinasi wisata dan desa-desa. Selain menangani masalah sampah, BOSS juga akan menyelesaikan kebutuhan listrik rakyat karena mengubah sampah menjadi sumber energi alternatif. Kami sangat mendukung dan menyambut baik program ini," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat membuka acara Safari TOSS, Seminar, dan Pelatihan virtual di Banyuwangi, Selasa (8/9/2020).

Seminar dan pelatihan virtual ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Komisaris utama Comestoarra.com Supriadi Legino, Pengembang Metode Peuyeumisasi untuk TOSS dan listrik kerakyatan Sonny Djatnika Sunda Djaja, dan ahli lingkungan I Made Brunner. Turut bergabung dalam webinar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa, General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Nyoman S. Astawa.

Anas mengatakan pemkab akan mendorong berdirinya BOSS di sejumlah destinasi wisata dan desa-desa. "Kami sangat tertarik dengan pengolahan sampah setempat ini. Sampah yang ada di destinasi wisata bisa segera diproses, sehingga mata rantai pengelolaan sampah tidak terlalu panjang. Destinasi jadi bersih, sehat, dan bebas tumpukan sampah, namun energinya bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," jelas Anas.

Menurut Anas, program ini akan didorong dikerjakan di desa-desa dan kecamatan mengingat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah semakin penuh. "Setiap desa pasti mampu, karena anggarannya tidak terlalu besar. Dan yang penting, manfaatnya yang sangat besar untuk lingkungan sekitar," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2