Tak Larang Perayaan Suroan, Satgas COVID 19 Kabupaten Kediri Atur SOP

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 20:25 WIB
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi
Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi (Foto: Andhika Dwi/detikcom)
Kediri - Tradisi Suro menjadi perhatian Satgas COVID 19 Kabupaten Kediri. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kediri mengantisipasi adanya kerumunan sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

Tradisi pada hilang Suro yang biasa digelar di Kediri adalah kegiatan bersih Desa dan Nyadran. Kedua tradisi Jawa ini menjadi perhatian bagi GTTP COVID-19 Kediri. Tidak ingin menjadi klaster baru penularan Covid-19, GTPP mengeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tradisi penyambutan bulan suro yang wajib untuk ditaati.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengatakan, pemerintah tidak melarang agenda pelestarian budaya seperti agenda penyambutan Bulan Suro. Tetapi karena Kabupaten Kediri masih berada di zona orange penyebaran COVID-19, maka penyelenggara kegiatan wajib memperhatikan protokol kesehatan.

"Situasi pandemi COVID-19, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah desa yang melaksanakan tradisi di Bulan Suron. Pertama harus patuh protokol kesehatan. Nomor dua, hiburan jangan dipaksanakan dulu, walaupun ada harus mematuhi protokol kesehatan," jelas Slamet Turmudi kepada detikcom, Selasa (8/9/2020).

Hiburan yang tidak berkaitan dengan ritual suroan tidak diizinkan. Sementara itu, penyelenggara acara bersih desa wajib dinyatakan sehat COVID-19 terlebih dahulu. Sehingga, mereka harus melakukan tes rapid maupun swab test.

"Kalau misalnya ada pagelaran Wayang Kulit. Maka tidak ada hiburan lain yang menyertai, seperti misalnya campursari dan lawak. Selain itu, acara tersebut hanya diperuntukkan oleh warga setempat. Tidak boleh ada warga dari luar desa yang datang," tegas Slamet.

Diakuinya, hingga saat ini baru ada satu permintaan izin kegiatan tradisi penyambutan bulan suro kepada GTPP. Yaitu, rencana pagelaran seni Wayang Kulit di salah satu desa di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. GTPP telah memberikan SOP penyelenggaraan yang wajib untuk ditaati oleh penyelenggara. Diantaranya, physical distancing, memakai masker, dan panitia menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.

"Sampai hari ini baru ada satu permohonan izin dari Desa Kecamatan Kepung, akan menyelenggarakan wayangan. Kami sampaikan harus patuh protokol kesehatan. Kemudian yang biasanya semalam suntuk, monggo dicari lakon yang pas, dan tidak ada hiburan selain wayang. Kemudian waktunya maksimal 3 jam selesai," tambah Slamet.

"Apabila ada permohonan izin pelaksanaan agenda tradisi penyambutan Bulan Suro, GTPP akan melakukan monitoring kegiatan tersebut. Tentunya dengan melibatkan tim gabungan dari instansi samping, TNI, Polri dan Satpol PP," tambahnya.

"Semoga Kediri segera bergerak dari zona orange, kemudian ke kuning dan hijau. Monggo masyarakat menyelenggarakan acara patuh protokol kesehatan," harapannya.

Hingga saat ini data dari GTTP COVID-19 Kediri, tingkat kesembuhan COVID-19 di Kabupaten Kediri mencapai 86,18 persen, rasio meninggal dunia 5,69 persen dan dirawat 8,13 persen. (fat/fat)