Ini Penjelasan Dokter Hewan Soal Harimau Maharani Zoo yang Terlihat Kurus

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:53 WIB
harimau maharani zoo
Harimau Maharani Zoo yang diviralkan kurus (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Viral video harimau bertubuh kurus di media sosial. Harimau tersebut merupakan koleksi Maharani Zoo dan Goa Lamongan.

"Kalau terlalu kurus tidak sih, antara underweight dan ideal itu. Efek gemuk juga tidak baik buat harimau seusia itu, kita aja juga harus jaga pola makan," kata Staf Pengajar Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Boedhi Setiawan MP Drh kepada detikcom, Selasa (8/9/2020).

Jika dilihat dari fotonya, harimau berusia 14 tahun 3 bulan saat ini di sisi depan dan samping tidak terlihat kurus, melainkan underweight atau kekurangan berat badan.

Boedhi menjelaskan, di alam liar usia harimau maksimal hanya sampai sekitar 15 tahun. Tetapi di tempat konservasi seperti kebun binatang dan taman safari bisa sampai 20 tahunan.

"Artinya sudah sepuh itu harimaunya. Ya bisalah (berpengaruh pada kesehatan), seperti kita usia 60 ke atas ada saja yang rewel fungsi organ seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, ganggguan hepar/liver, ginjal, jantung dan sebagainya. Proses fisiologi tubuh akan semakin menurun seiring bertambahnya usia," jelasnya.

Menurut Boedhi, banyak faktor yang bisa mempengaruhi berat badan pada hewan. Seperti, kondisi kesehatannya bagaimana, apakah terdapat parasit eksternal dan internalnya.

"Apakah ada penyakit yang mempengaruhi metabolisme, fungsi organ tubuh, stres, yang bisa berakibat terhadap nafsu makan menurun dan usia semakin tua maka makannya juga semakin sedikit dan massa tubuh akan berkurang karena sel-sel untuk pertumbuhan sudah berhenti," ujarnya.

Namun, lanjut Boedhi, jika dari sudut fotografi dan videografi angle shot bisa memberikan efek berbeda bagi yang melihatnya. Shot dari samping, depan, atas dan jarak memberikan hasil yang bisa jauh real dari aslinya.

"Lebih baik diklarifikasi dulu secara ilmiah bagaimana sistem pemeliharaannya disana (makannya apa, berapa kali, jenis kelamin, usianya berapa) di crosscheck dengan data biologis normal BB standar nya bukan seperti kelihatannya. Kadang terlalu terburu-buru masyarakat menjudge sesuatu hal sebelum di cek teliti fakta sebenarnya," urainya.

Sementara dalam perawatan hewan di taman safari atau kebun binatang sudah terdapat dokter hewannya masing-masing. Dimana tugasnya bertanggung jawab dan pastinya terdapat prosedur SOP standar pemeliharaannya.

(iwd/iwd)