Melihat Lebih Dekat Hari Raya Unduh-unduh di Gereja Tertua Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 16:59 WIB
hari raya unduh-unduh
Hari Raya Unduh-unduh (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Umat Kristiani di Desa/Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang merayakan Hari Raya Unduh-unduh di gereja Jawa tertua di Jatim. Hari raya ini menjadi wujud syukur kepada Tuhan YME karena panen yang melimpah.

Hari Raya Unduh-unduh dirayakan umat Kristiani di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno. Selesai dibangun 1881 silam, GKJW Mojowarno menjadi gereja Jawa paling tua di Jatim. Umur gereja di Desa/Kecamatan Mojowarno itu sekitar 139 tahun.

Prosesi Hari Raya Unduh-unduh diawali dengan pengumpulan hasil bumi di halaman GKJW Mojowarno. Hasil bumi berupa padi, sayuran, buah-buahan, makanan siap saji serta hewan ternak itu disusun menjadi 7 gunungan berbagai model bernuansa Kristiani. Salah satunya berbentuk miniatur gereja.

Gunungan hasil bumi tersebut dikumpulkan dari 7 blok yang mewakili 6 dusun di Desa Mojowarno dan rumah sakit Kristen (RSK) Mojowarno. Yaitu blok RSK Mojowarno, Mojowarno, Mojoroto, Mojotengah, Mojojejer, Mojowangi, serta Blok Mojodukuh. Selanjutnya gunung hasil bumi dibawa masuk ke dalam GKJW untuk ritual kebaktian.

"Hari Raya Unduh-unduh ini tradisi iman yang sudah dibangun sejak dahulu kala, dilanjutkan GKJW. Tradisi iman ini ditetapkan pemerintah sebagai budaya tak benda," kata Pendeta GKJW Mojowarno Muryo Djayadi kepada wartawan di lokasi, Minggu (6/9/2020).

Hari Raya Unduh-unduh mulai digelar umat Kristiani Mojowarno sejak sekitar tahun 1930. Hari raya ini hasil perpaduan ajaran Al Kitab dengan budaya Jawa.

Kata Unduh diambil dari Bahasa Jawa yang berarti memetik atau memanen. Hari Raya Unduh-unduh menjadi wujud syukur umat Kristiani kepada Tuhan YME karena hasil panen yang melimpah.