Wisata Bromo Digerojok Fasilitas Protokol Kesehatan dari Kemenparekraf

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 17:40 WIB
bromo
Warga dibagikan peralatan kebersihan (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Kementerian Pariwisata memberikan fasilitas peralatan protokol kesehatan di beberapa titik di area wisata Bromo. Pemberian fasilitas itu lewat kegiatan Giat Gerakan Bisa (Bersih Indah Sehat Aman).

Pemberian peralatan protokol kesehatan secara simbolis dipusatkan di titik destinasi wisata Puncak Seruni Point, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Peralatan protokol kesehatan yang dibagi seperti wastafel atau alat cuci tangan, gerobak dan tempat sampah, mesin pemotong rumput. Alat itu dibagikan ke pihak pengelola wisata Gunung Bromo.

Pihak Kementerian Pariwisata juga membagikan peralatan kebersihan seperti cangkul, sapu lidi, sabit, sekop, dan face shild ke warga Tengger Bromo.

Guna memberikan kesadaran menjaga kebersihan di lingkungan dan tempat pariwisata, pihak Kementerian Pariwisata bersama-sama mengajak warga Tengger melakukan bersih-bersih serentak, sebelum alat kebersihan yang diberikan dibawa pulang warga.

Tujuan 'Gerakan Bisa' adalah untuk meminimalisir penularan COVID-19 di tempat-tempat wisata yang salah satunya adalah Gunung Bromo, yang sudah mulai diuji coba dibuka. Tujuannya adalah agar sektor pariwisata di Indonesia sehat, dan aman, dan tidak takut dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing.

Kegiatan dihadiri oleh pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) wilayah 1, dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata bidang ekonomi kreatif, Forkopimka Sukapura, warga Tengger dan para pelaku jasa wisata Gunung Bromo, dalam gerakan wajib dan bisa memakai masker untuk memasuki tatanan kebiasan baru pandemi Corona.

Dengan sehat dan aman dari COVID-19, tempat-tempat wisata akan banya didatangi wisatawan. Yang tentunya juga akan meningkatkan pendapatan negara di bidang sektor pariwisata, dan perekonomian di Indonesia semakin baik.

"Alhamdulillah warga Tengger dan para pelaku wisata Gunung Bromo dan tempat wisata lainnya di Kabupaten Probolinggo, 100 persen sudah memakai masker. Apalagi warga suku Tengger dan para pelaku jasa usaha wisata Gunung Bromo sudah tertib menjalankan protokol kesehatan, apalagi Kabupaten Probolinggo sudah memasuki zona hijau COVID-19," jelas Sugeng.

Kordinator Harmonisasi Dan Evaluasi dan Kebijakan Lintas Sektor, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maman Rahmawan, mengatakan semua pihak mengalami keterpurukan dampak COVID- 19. Namun beberapa wisata mulai dibuka dengan protokol kesehatan estra ketat.

"Gerakan Bisa kita gelar di saat destinasi wisata mulai dibuka, kita serentak di 3 wilayah, di Banyuwangi, Malang dan Probolinggo. Kami memberikan beberapa peralatan fasilitas kesehatan di tempat wisata, guna menunjang sadar protokol kesehatan, dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tempat-tempat wisata, karena sektor pariwisata merupakan pendapatan terbesar nomor 2 di Indonesia, setelah lama terpuruk saat pandemi Corona," kata Maman.

(iwd/iwd)