Ini Penjelasan Unair soal Viral Dokter Bunuh Diri Akibat Bullying

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 15:56 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Thinkstock
Surabaya -

Seorang dokter muda berinisial AB diduga bunuh diri saat menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair) dan menjalani praktik di RSU dr Soetomo.

Dari laporan yang dihimpun, pria berusia 27 tahun itu duga bunuh diri lantaran mendapat bullying dari seniornya. Dokter PPDS berinisial AB ini diketahui meninggal, Sabtu (29/8/2020).

Rektor Unair Prof Moh. Nasih pun menanggapi atas meninggalnya mahasiswa residensi tersebut.

"Kita tidak tahu, itu urusan rumah sakit (RSU dr Soetomo), yang bersangkutan itu baru tiga hari stase (Bekerja) di RS," kata Prof Nasih, Jumat (4/9/2020).

Namun untuk laporan resminya, Nasih mengaku jika hal tersebut ditangani oleh RSU dr Soetomo sebagaimana tempat dari proses belajar mengajar. Namun, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Secara otomatis kalau ada informasi, pasti ada proses tindak lanjut kan, jadi pasti ada. Tapi tampaknya mereka sedang bekerja jadi sehingga belum sempat melaporkan resmi tertulis detail peristiwanya gimana," jelasnya.

Sementara Humas RSU dr Soetomo Surabaya dr Pesta Parulian saat dikonfirmasi soal bunuh diri dokter PPDS menjelaskan jika RS mempunyai hak dan kewajiban untuk melindungi data pasien. Pihaknya juga tidak ada kewajiban untuk memberikan segala bentuk informasi dari pasien yang dirawat.

"Pasien punya hak dilindungi, RS melindungi segala macam bentuk informasi. Kami tidak akan memberikan klarifikasi apapun terkait pasien-pasien di RS. Kita menghormati pihak keluarga yang sedang berkabung," pungkasnya.

Tonton video '100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)