Dua Desa di Lamongan Kekeringan, BPBD Dropping Air Bersih

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 18:25 WIB
dropping air bersih ke lamongan
Dropping air bersih di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Dua desa di Lamongan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan pun memasok air bersih untuk warga di dua desa tersebut.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin mengatakan, 2 desa yang terpantau mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau adalah Desa Bedingin di Kecamatan Sugio dan Desa Sidomulyo di Kecamatan Modo. Di dua desa yang berjarak lebih dari 20 KM dari Kota Lamongan ini, kata Muslimin, BPBD Lamongan telah mengerahkan armadanya untuk membantu pasokan air bersih.

"Hari ini kita memasok air bersih ke Desa Bedingin Kecamatan Sugio. Minggu kemarin (30/8/2020) kita sudah melakukan dropping air bersih ke Desa Sidomulyo Kecamatan Modo," kata Muslimin kepada wartawan di lokasi pembagian air di Desa Bedingin, Senin (31/8/2020).

Sebelum kesulitan air bersih semakin parah, lanjut Muslimin, BPBD Lamongan memasok air bersih ke tengah-tengah warga. Hari ini, warga mendapat pasokan air bersih sebanyak 3 tangki dengan total air 1.500 liter. "Karena masih di masa pandemi COVID-19, pembagian air pun kita lakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," terangnya.

Selain sudah mengalokasikan bantuan air bersih di dua desa ini, tambah Muslimin, BPBD juga tengah memantau puluhan desa lainnya di Lamongan yang biasanya juga mengalami kesulitan air. Dia berharap, musim kemarau tahun ini desa-desa yang biasanya mengalami kekeringan dan krisis air bersih tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mengajak semua pihak untuk tetap waspada.

"Silahkan warga menghubungi BPBD Lamongan melalui kepala desa dan camat agar kami bisa segera bisa melakukan dropping air bersih. Tidak ada biaya apapun bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih. Gratis," ujarnya.

Muslimin menambahkan tanda-tanda munculnya kekeringan air dengan berkurangnya debit air di beberapa sumur dan sumber air lain terjadi Juli lalu. Diperkirakan, musim kemarau tahun ini berakhir bulan Oktober.

Salah seorang warga Desa Bedingin Kecamatan Sugio, Dwi Yulianti mengungkapkan, berkurangnya pasokan air bersih di desanya ini sudah berlangsung sekitar 2 minggu ini. Biasanya, warga mengandalkan telaga dan air tadah hujan untuk kebutuhan sehari-hari namun persedian air bersih tersebut sudah habis.

"Senang dapat bantuan air bersih. Bisa untuk masak, cuci baju, dan buat mandi. Kalau untuk air minum biasanya kami mengandalkan air galon," katanya.

(fat/fat)