Kuota Internet Gratis 1,3 Juta Siswa SMA/SMK di Jatim Diberikan September

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 13:05 WIB
ibu jaga warung sambil dampingi anak belajar daring
Seorang ibu membantu anaknya belajar daring (Foto: Muhajir Arifin)
Surabaya -

Dinas Pendidikan Jawa Timur akan segera merealisasikan kuota internet gratis untuk 1,3 juta siswa SMA, SMK dan SLB. Kuota ini diberikan pada siswa sekolah negeri maupun swasta, mulai awal September mendatang.

Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim Alfian Majdie memaparkan total siswa yang mendapat kuota internet gratis sebanyak 1.339.921 dari 3.789 lembaga SMA/SMK dan SLB negeri/swasta.

Tak hanya siswa, ada 96.122 guru dan tenaga kependidikan juga mendapatkan fasilitas kuota gratis ini.

"Yang dapat ini seluruh siswa SMA atau SMK dan SLB negeri dan swasta se-Jatim. Per 24 Agustus 2020 kemarin Bu Gubernur sudah tanda tangan kerjasama dengan telkomsel, tinggal dari kita nanti akan membaginya," jelas Alfian di Surabaya, Kamis (27/8/2020).

Alfian menyebut pembagian kuota internet gratis ini akan dikoordinasikan oleh 38 tim dari telkomsel dan cabang dinas pendidikan Jatim. Tim ini akan menyebar untuk menemui cabdin di masing-masing wilayah.

"Misalnya di SMKN 1 Surabaya, berapa jumlah siswa dan gurunya ini akan digunakan untuk distribusi paket kuota internetnya," imbuhnya.

Kuota internet ini akan diperuntukkan untuk fasilitas belajar daring selama pendemi COVID-19. Mulai dari zoom, google classroom, quipper, microsoft-think, hingga aplikasi rumah belajar Kemdikbud.

Sebelumnya, Kepala Dindik Jatim Wahid Wahyudi mengatakan pihaknya menyediakan kuota internet 10 gigabyte bagi siswa. "Jatim akan dijadikan pilot project dengan besaran kuota 10 gigabyte (Gb)," ujar Wahid.

Namun, jika kuota 10 Gb dirasa kurang, pihaknya akan mengevaluasinya. Hal ini karena dari hitungan Dindik Jatim, sebenarnya siswa membutuhkan kuota hingga 23 GB.

Untuk itu, Wahid menyebut sekolah bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jika ada penambahan pembiayaan kuota internet.

"Jadi kalau siswa 23 GB, guru bisa sampai 40 GB. Ini bisa dianggarkan sekolah," tambah Wahid.

(hil/iwd)