Pakar Sarankan Sekolah Tatap Muka Lebih Aman Dibuka di Zona Hijau

Pakar Sarankan Sekolah Tatap Muka Lebih Aman Dibuka di Zona Hijau

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 13:26 WIB
Sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar belajar secara tatap muka. Hari ini, ada dua sekolah yang menggelar simulasi.
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/File)

"Kalau lingkungan sekolah ya gampang, guru menyediakan infrastruktur, tapi berangkat ke sekolah, pulang siapa yang mengawasi. Kalau pakai motor aman ya asal dia taat protokol. Kalau di transportasi umum siapa yang menjamin tidak ada penularan. Wong saya lihat saja ada bemo dalamnya ada yang pake msker ada yang tidak. Jaraknya dekat nggak sampai satu setengah meter," papar Windhu.

"Bagaimana jika pulangnya nggak langsung pulang, mampir ke warung kopi, warnet main game ramai-ramai, siapa yang mengawasi, padahal di daerah itu masih ada penularan. Jadi itu yang harus dilihat protokol kesehatan diatur di sana, tapi diluar itu," lanjutnya.

Windhu menyebut kegiatan belajar mengajar memang tidak boleh berhenti. Salah satunya bisa dilakukan dengan cara lain seperti pembelajaran jarak jauh.

"Karena sekolah itu adalah yang tidak esensial, bisa ditunda, pembelajaran tidak boleh berhenti tapi ada cara lain dengan jarak jauh. Jadi harusnya itu tetapi kan SKB (menteri) sudah berubah, yang kemarin sudah diperbolehkan di (zona) hijau sekarang boleh (di zona) kuning. Itu diserahkan kepada daerah nanti yang memutuskan buka atau tidak," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Windhu juga mengingatkan risiko penularan pada anak. Di mana risiko tertularnya juga cukup tinggi.

"Karena kita tahu, anak-anak itu risiko tertular dan meninggal itu besar terutama sampai 10 tahun. Angka kematiannya 2 sampai 3 persen. Artinya umur anak SD di bawah 10 tahun segitu. Anak-anak itu sangat rentan, orang Indonesia lho ya, karena di sini ada yang gizi tidak bagus, sanitasi jelek gampang ada penularan. Maka menurut saya sebaiknya dibuka di zona hijau," pungkasnya.


(hil/iwd)