Round-Up

Kerelaan Petugas Urug Makam Jenazah COVID-19 dengan Tangan

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 11:38 WIB
Petugas Tutup Makam Pasien Diduga COVID-19 Pakai Tangan
Petugas ber-APD urug makam jenazah covid-19 dengan tangan (Foto: Istimewa)

Salah seorang petugas urug makam dengan tangan menceritakan, saat itu tim pemakaman ini tidak membawa cangkul dan sekop. Sebab, peralatan tersebut dibawa tim lain yang pada saat bersamaan juga memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19.

"Kan dibagi dalam dua tim. Kami di Kecamatan Ambulu, dan tim lain di Kecamatan Semboro. Alat cangkul dan sekop dibawa tim lain. Nah, biasanya kita oleh warga dipinjami. Ini tidak. Mungkin warga takut virus Coronanya nempel di cangkulnya," kata petugas yang minta namanya tak ditulis.

Padahal, lanjut dia, cangkul dan sekop selalu disterilkan setelah petugas memakamkan jenazah COVID-19. Namun rupanya warga masih waswas dan takut tertular.

"Sebenarnya aman. Tapi ya karena tidak dipinjami dan dibilang tidak ada, ya sudah, kita pakai tangan biasa. Kita ker-ker (Garuk) tanahnya untuk menutup makam. Padahal sebelumnya yang menggali makam warga sendiri," ungkapnya.

Atas kerja sama semua petugas, pengurugan makam dengan tangan itu selesai dengan sempurna. Proses pemakaman pun jadi lebih lama. Meski demikian, makam itu tertutup sempurna walau pengurugan menggunakan tangan dan kayu-kayu di kedalaman sekitar 1,5 meter dengan lebar 1 meter dan panjang 2,5 meter. Warga sekitar yang ada di lokasi hanya melihat dari jauh.

"Kalau ada cangkul dan sekop, biasanya penguburan itu 15 menit. Ini lama, lebih dari 30 menit. Karena ya pakai tangan itu," ujarnya.

Halaman

(fat/fat)