Risma Razia Protokol Kesehatan, Puluhan Pengunjung Kedai Kopi Di-rapid Test

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 23:02 WIB
rapid test
Pengunjung kedai kopi dirapid test (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkeliling melakukan razia protokol kesehatan pada malam minggu. Puluhan pengunjung kedai kopi di-rapid test di tempat.

Dari pantauan detikcom, Risma bersama dengan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota Linmas, dan Dishub berkeliling seluruh Kota Surabaya. Razia dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Risma mengawali razia di Jalan Undaan, kemudian lanjut ke kawasan Ampel. Di sana Risma terlihat turun mengingatkan para pedagang agar menjaga jarak dan menggunakan masker. Risma juga telihat membagikan masker.

Kemudian razia dilanjutkan di Jalan Tunjungan mengarah ke Taman Apsari di Jalan Gubernur Suryo. Di sana Risma juga mengingatkan para pedagang agar taat protokol kesehatan. Selanjutnya Risma mengingatkan anak-anak yang bersepeda.

risma raziaFoto: Deny Prastyo Utomo

"Pulang nak sudah malam, sama siapa kamu. Ini sudah malam," kata Risma kepada anak-anak yang bersepeda di kawasan Taman Bungkul, Sabtu (15/8/2020).

Setelah dari Taman Bungkul, razia kemudian dilanjutkan ke Jalan Diponegoro dan juga Jalan Sukomanunggal. Risma melihat salah satu kedai kopi Sahabat Java 9 yang penuh pengunjung dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Risma kemudian turun dari mobil dan meminta petugas agar memeriksa identitas dan juga melakukan rapid test kepada pengunjung yang didominasi para remaja.

"Ayo jangan keluar, kita lakukan rapid test langsung," kata Risma menggunakan pengeras suara.

"Tadi rencananya mau ke Tandes, tak lihat di sini medeni gitu, gerombol semua. Terus tak lihat banyak yang tidak pakai masker. Ini kita lakukan rapid test, semoga tidak ada apa-apa," lanjut Risma.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan puluhan pengunjung kedai kopi itu terdiri dari laki-laki dan perempuan sejumlah 97 orang.

"Jumlahnya 97 orang, padat sekali," kata Eddy.

(iwd/iwd)