Dihukum Mati, Pembunuh Mertua Sekda Lamongan Meratap Minta Keringanan

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 11:42 WIB
pembunuhan di lamongan
Sidang pembunuhan mertua sekkab Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Masih ingat kasus pembunuhan ibu mertua Sekretaris Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendy? Sidang kasus ini sudah masuk pembelaan atau pledoi 2 terdakwa pembunuh Hj Rowaini.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lamongan Irwan Syafari membenarkan jika sidang sudah masuk tahap pembelaan atau pledoi 2 terdakwa yaitu Sunarto dan Imam Winarto. Sebelumnya, keduanya dituntut dengan tuntutan berbeda, Sunarto, warga Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan dituntut hukuman mati sedangkan terdakwa Imam Winarto dituntut jaksa dengan hukuman penjara seumur hidup.

"Pertimbangan tuntutan hukuman mati kepada terdakwa Sunarto tersebut diberikan karena terdakwa diduga sebagai dalang dan juga diduga sebagai otak dari pembunuhan," kata Irwan Syafari pada wartawan di kantor Kejari Lamongan, Jumat (14/8/2020).

Dikatakan oleh Irwan, dalam sidang yang berlangsung secara virtual di PN Lamongan itu, terdakwa mengajukan keringanan hukuman. Terdakwa Imam, kata Irwan, meminta keringanan hukuman dengan sejumlah alasan.

"Alasan mengajukan keringanan hukuman karena terdakwa telah menyesali perbuatannya dan mengakui kalau perbuatannya tersebut dilakukan karena tergiur dengan tawaran uang," ungkap Irwan.

Sementara, terdakwa Sunarto meminta dibebaskan karena menganggap jaksa tidak memiliki bukti yang cukup karena sudah mencabut semua BAP di kepolisian karena dilakukan di bawah tekanan. Alasan lainnya, terdakwa Sunarto menyebut kalau saksi hanya ada satu orang, yaitu terdakwa Imam.

"Terdakwa yang diduga sebagai dalang pembunuhan itu juga mencabut semua keterangannya di BAP karena menurutnya selama BAP adanya penekanan dari pihak aparat kepolisia," ujarnya.

Irwan menegaskan tuntutan terhadap terdakwa Sunarto yang dituntut hukuman mati telah diusulkan ke Kejaksaan Agung dan disetujui, sedangkan terdakwa Imam Winarto diduga eksekutor dituntut hukuman penjara seumur hidup.

"Sidang ditunda dan dilanjutkan kembali minggu depan," imbuhnya.

Seperti diketahui, 37 hari setelah kejadian meninggalnya ibu mertua Sekkab Lamongan, Hj. Rowaini, dua pelaku berhasil ditangkap Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, Senin (10/2/2020). Tersangka pertama yang ditangkap adalah Imam Winarto saat itu sedang berkemas untuk menghilangkan jejak. Dari Imam kemudian berkembang kalau apa yang dilakukan itu atas permintaan Sunarto, mantan anak tiri korban.

"Dua tersangka mengakui semua perbuatannya tentang pembunuhan berencana terhadap korban. Alasan Sunarto menghabisi korban hanya karena persepsi," kata Kapolres Lamongan AKBP Harun ketika itu.

Pembunuhan sadis ini sempat menyita perhatian publik Lamongan. Pasalnya, korban selain adalah mertua Sekkab Lamongan, korbannya juga dibunuh secara keji. Dua tersangka utama tersebut adalah sang aktor intelektual, Sunarto (44) dan eksekutornya, Imam Winarto (37).

(iwd/iwd)