44 Satker Kemenkum HAM di Jatim Lakukan Pemantapan Jelang WBK dan WBBM

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 18:52 WIB
satker kemenkumham
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Sebanyak 520 Satuan Kerja (satker) di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM) berjuang meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM). Di Jawa Timur, terdapat 44 satker yang akan menjalani penilaian dari Tim Penilai Nasional. Sebelum dilakukan penilaian, Kemenkum HAM melakukan penguatan pembangunan zona Integritas ini.

Staf Ahli Menteri pada Kemenkum HAM Y Ambeg Paramarta hadir dalam acara penguatan pembangunan zona Integritas, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Banyuwangi, Kamis (12/8/2020). Lapas Kelas IIA Banyuwangi menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang diikuti oleh satuan kerja sekorwil Jember yaitu Lapas Jember, Lapas bondowoso, Lapas Lumajang, Bapas Jember, dan Kanim Jember.

"Ada 520 satker di bawah Kemenkumham akan masuk dalam penilaian menuju WBK dan WBBM. Paling banyak di Jatim sebanyak 43 satker," ujar Y Ambeg Paramarta, Staf Ahli Menteri pada Kemenkum HAM kepada detikcom.

Pelaksanaan kegiatan penguatan pembangunan zona Integritas, kata Ambeg diperlukan untuk memantapkan persiapan penilaian WBK dan WBBM yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional.

"Ada beberapa yang akan dinilai. Di antaranya, kriteria penilaian komponen pengungkit. Ada area perubahan penataan, tata laksana SDM, pengawasan, akuntabilitas kinerja dan lain sebagainya. Penilaian sekitar 60 persen itu. Sementara untuk komponen lain itu ada 2 dengan nilai sisanya," tambahnya.

Ambeg berpesan, perjuangan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM ini belum usai. Sebab kemajuan zaman akan semakin cepat. Sehingga membutuhkan kinerja yang lebih baik lagi.

"Perjuangan kita belum usai, pembangunan Zona Integritas bukan merupakam hal baru dan program ini sudah menjadi tugas pokok dan fungsi jadi tidak boleh menyerah dan menjadikan sebagai suatu beban kerja," pungkasnya.

Sementara itu Kalapas Klas II A Banyuwangi, Ketut Akbar Heri Ahjar mengatakan, kegiatan penguatan pembangunan zona integritas sangat diperlukan oleh Lapas paling ujung Timur Pulau Jawa ini. Sebab Lapas Banyuwangi saat ini sedang memburu predikat WBK.

"Tentu kami membutuhkan pengarahan sebelum dilakukan penilaian. Beruntung Banyuwangi menjadi tuan rumah, sehingga kami bisa konsultasi lebih detail lagi," ujarnya.

(iwd/iwd)