Round-Up

Dalih Wanita di Madiun Ngaku Jadi Muncikari Karena Terdampak Pandemi

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 09:38 WIB
Seorang muncikari prostitusi online di Madiun ditangkap. Salah satu korbannya merupakan wanita di bawah umur.
Prostitusi Online di Madiun (Foto file: Sugeng Harianto/detikcom)

"Dari dua korban tersebut, diamankan beberapa barang bukti. Antara lain uang senilai Rp 1,4 juta. Itu dua orang, berarti Rp 700 ribu satu orang," ujar AKP Aldo, Selasa (11/8/2020).

Dari tarif Rp 700 ribu tersebut, imbuh Aldo, muncikari itu mendapat komisi Rp 100 ribu. Sisanya masuk ke kantong PSK yang melayani pria hidung belang.

"Untuk pembagian, masing-masing dari saksi korban mendapatkan Rp 600 ribu, dan yang Rp 100 ribu untuk sang muncikari," imbuhnya.

Aldo menambahkan, dengan merogoh kocek Rp 700 ribu, para lelaki hidung belang yang menjadi pelanggan ISM mendapatkan bonus satu buah kondom. "Kondom disediakan pelaku, katanya bonusnya," lanjutnya.

ISM menawarkan korban melalui aplikasi MiChat dan WhatsApp. "Serta memberikan konten pornografi ke calon pelanggan," lanjut Aldo.

Kepada polisi, ISM mengaku terpaksa menjadi muncikari. Ia mengaku terdampak pandemi COVID-19.

"Dia sang muncikari mengaku terpaksa melakukan pekerjaan transaksi prostitusi online, karena terdampak COVID-19. Dulunya jual mainan anak-anak," lanjut Aldo.

Aldo menambahkan, pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


(sun/fat)