Dewan Kesenian Surabaya Singgung soal Nasionalisme Saat Tak Boleh Lomba HUT RI

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 14:40 WIB
Pemkot Keluarkan SE Imbauan Tak Gelar Lomba dan Tasyakuran HUT RI
Surat edaran Pemkot Surabaya/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Pemkot Surabaya mengimbau warga tidak menggelar perlombaan dan malam tirakatan untuk merayakan HUT RI. Menanggapi hal itu, Dewan Kesenian Surabaya menyinggung soal nasionalisme.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Chrisman Hadi, surat edaran (SE) pemkot membingungkan warga. Pasalnya, di satu sisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah bersyukur Surabaya bergeser dari zona merah ke zona hijau. Namun beberapa hari kemudian muncul SE larangan merayakan HUT RI.

"Memang agak membingungkan bagi warga, di satu sisi Bu Wali Kota sudah sempat berucap, syukur alhamdulillah Kota Surabaya sudah bergeser dari zona merah ke zona hijau. Tapi beberapa hari kemudian, kemarin 10 Agustus Sekda mengeluarkan surat edaran kepada warga Surabaya, agar tidak melaksanakan lomba dan malam tirakatan," kata Chrisman saat dihubungi detikcom, Selasa (11/8/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya menyarankan untuk menggelar perayaan HUT RI secara online. Seperti lomba melalui aplikasi TikTok dan e-sport. Namun menurutnya, yang penting ialah pemahaman budaya serta karakter perayaan 17 Agustusan.

"Perayaan hari kemerdekaan adalah peristiwa kebudayaan bagi seluruh bangsa Indonesia, sekaligus event kolektif yang penuh nuansa kegotongroyongan. Sedangkan TikTok dan e-sport adalah event personal bukan kolektif," imbuhnya.

Seharusnya, lanjut Chrisman, surat edaran tersebut tetap berpihak kepada kebudayaan serta akar tradisi yang sudah melekat selama ini. Maka, isi dari SE harusnya berupa imbauan untuk memperhatikan petunjuk protokol kesehatan bukan membuat instruksi pelarangan.

Selanjutnya
Halaman
1 2