Salut! Pemuda Lamongan Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 11:35 WIB
budidaya ikan di saluran irigasi
Saluran irigasi yang diubah menjadi tempat budidaya ikan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Salut. Para pemuda desa di Lamongan ini mengubah saluran irigasi penuh eceng gondok dan rumput liar menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Ya, para pemuda desa ini mengubah saluran irigasi tersebut menjadi tempat budidaya ikan.

Berawal dari melihat kondisi saluran irigasi yang tak terawat dipenuhi rumput dan eceng gondok, para pemuda di Desa Durikulon, Kecamatan Laren ini kemudian menyulapnya menjadi saluran irigasi sepanjang 500 meter di desanya menjadi tempat budidaya ikan.

"Semuanya ide dari teman-teman di desa ini, yang melihat manfaat lain dari saluran irigasi ini selain untuk mengairi sawah warga," kata salah seorang pemuda Desa Durikulon, Kecamatan Laren, Sulton Bana saat berbincang dengan wartawan, Senin (10/8/2020).

Sulton mengatakan daripada menjadi tempat tumbuhnya rumput dan eceng gondok, para pemuda ini kemudian mengambil manfaat lain dengan menjadikannya tempat budidaya ikan. Kini, setidaknya 3 jenis ikan telah berhasil dibudidayakan di Saluran irigasi yang memiliki lebar 2,5 meter itu. Pemanfaatan saluran air menjadi lokasi budidaya inipun, kata Sulton, tidak mengubah fungsi utamanya untuk irigasi warga.

"Tiga jenis ikan yang dibudidayakan di saluran irigasi ini di antaranya adalah ikan nila, bawal, dan patin. Ketiga ikan ini cocok dipelihara di saluran air karena tidak gampang mati dan bisa beradaptasi dengan lingkungan dan mudah memberikan makan," ujar Sulton.

Hanya saja, lanjut Sulton, budidaya ikan di saluran irigasi hanya bisa dilakukan pada saat petani mulai menggarap sawah. Pasalnya, air yang mengalir di saluran irigasi tersebut merupakan air yang berasal dari sungai Bengawan Solo yang dialirkan melalui mesin pompa milik desa setempat.

"Budidaya ikan kami sesuaikan dengan kalender musim tanam petani," ungkap Sulton.

Sulton menuturkan ikan budidaya pemuda ini sudah berusia 1 bulan dan baru bisa dipanen 3 bulan ke depan sesuai dengan masa panen ikan budidaya lainnya. Hasil penjualan ikan yang dibudidayakan oleh para pemuda tersebut akan diperuntukkan untuk membantu pembangunan fasilitas umum yang ada di desa mereka dan membeli keperluan lainnya yang dibutuhkan.

"Belum masa panen mas, baru satu bulan. Tapi kalau dilihat ya sudah lumayan besar-besar sekitar 10-13 cm panjangnya," terangnya.

Lalu dari mana para pemuda ini memperoleh biaya budidaya ikan ini? Para pemuda ini memperoleh biaya dari sumbangan warga sebesar Rp 50 ribu per kepala keluarga. Sumbangan tersebut, aku Sulton, sudah atas persetujuan semua warga.

"Semoga saat panen nanti hasilnya bagus," pungkas Sulton.

Tonton video 'Ada Ikan Purbakala dan Sumur Keramat di Objek Wisata Cibulan':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)