Ibu Melahirkan Sendiri hingga Bayi Meninggal, DPRD Jombang Nilai RS Lalai

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 13:53 WIB
Ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan tenaga medis di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), Jombang hingga bayinya meninggal. Kelalaian pihak rumah sakit dinilai menjadi penyebab meninggalnya bayi perempuan tersebut, sehingga terdapat unsur pidana dalam kasus ini.
BK (29) datang ke kantor dewan untuk menceritakan proses persalinan istrinya di RS PMC/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan tenaga medis di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), Jombang hingga bayinya meninggal. Kelalaian pihak rumah sakit dinilai menjadi penyebab meninggalnya bayi perempuan tersebut, sehingga terdapat unsur pidana dalam kasus ini.

Hal itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jombang Mustofa, usai menemui suami dari ibu berinisial DR (27), BK (29) di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim. BK datang ke kantor dewan untuk menceritakan proses persalinan istrinya di RS PMC, hingga buah hatinya meninggal dunia. Dia didampingi Kepala Desa Gedangan, Edy Santoso.

"Saya melihat ini malapraktik atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa. Ini sudah ranah pidana," kata Mustofa kepada wartawan di lokasi, Sabtu (8/8/2020).

Ia berpendapat, ada dua langkah penting yang harus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pertama, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang harus melakukan investigasi terhadap kasus ini. Terlebih lagi, RS PMC tidak hanya sekali melakukan dugaan pelanggaran.

"Rumah sakit tersebut sudah dua sampai tiga kali terbukti melakukan inprosedural. Mulai dari dokter gadungan, malapraktik dan yang terakhir kelalaian. Sudah menjadi dasar untuk Dinas Kesehatan melakukan investigasi dalam kacamata izin operasional yang tiap tahun diperpanjang dicabut atau divakumkan selama setahun," terang Mustofa.

Langkah kedua, lanjut Mustofa, pihak korban diminta berani menempuh jalur hukum. "Korban seyogianya tetap melakukan ke proses hukum. Memberikan laporan, bukti-bukti ke kepolisian," tegasnya.

Sementara untuk menindaklanjuti informasi dari BK, kata Mustofa, pihaknya akan lebih dulu membahas kasus ini di internal Komisi D DPRD Jombang. Setelah menyamakan persepsi di internal komisi, barulah dewan memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dalam pekan depan.

Selanjutnya
Halaman
1 2