Terdakwa Pembunuhan dan Pembakaran Rosidah Dituntut Hukuman Mati

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 22:19 WIB
pembunuhan di banyuwangi
Tersangka Ali Heri Sanjaya (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Terdakwa pembunuhan dan pembakaran Rosidah, (17) warga Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Ali Heri Sanjaya (27) dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa dinilai telah terbukti bersalah melanggar pasal dalam dakwaan Primair pertama yakni pasal 340 KUHP dan dakwaan Primair kedua pasal 362 KUHP.

Sidang yang digelar daring, Kamis (6/8/2020) terbuka untuk umum. Terdakwa berada di Lapas Banyuwangi, sementara hakim dan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

JPU Kejari Banyuwangi, Rusdianto Hadi Sarosa mengatakan terdakwa Ali telah terbukti bersalah melanggar pasal dalam dakwaan Primer pertama yakni pasal 340 KUHP dan dakwaan Primair kedua pasal 362 KUHP.

"Menyatakan Terdakwa Ali Heri Sanjaya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian sebagaimana dalam pasal 340 KUHP dan Pasal 362 KUHP dalam dakwaan Penuntut Umum," ujar Rusdianto dalam tuntutannya.

JPU menilai perbuatan terdakwa sangatlah sadis. Untuk itu, JPU meminta Majelis Hakim yang dipimpin Saiful Arif menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa Ali Heri Sanjaya.

Selain itu, JPU sama sekali tidak menemukan alasan meringankan atas perbuatan terdakwa. Sedangkan hal yang memberatkan terdapat empat poin yakni perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa di depan persidangan tidak menunjukkan rasa bersalah, perbuatan terdakwa menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Oleh karena itu, Jaksa Penuntut Umum meminta Yang Mulia Hakim untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa," ujarnya.

Sementara itu, pengacara terdakwa, M. Djazuli menyatakan, tuntutan dari JPU dinilai terlalu berat. Menurutnya pengakuan terdakwa melakukan pembunuhan merupakan hal yang meringankan perbuatan terdakwa. Selain itu, kliennya tidak mempersulit persidangan. Jazuli mengaku akan menyusun pembelaan untuk terdakwa.

"Rencananya tanggal 18 Agustus nanti saya akan bacakan pledoi. Tentu tuntutan itu sangat berat sekali bagi terdakwa," tegasnya.

Untuk diketahui, Pembunuhan Rosidah terjadi pada Jumat, 24 Januari 2020. Korban awalnya diajak berjalan-jalan oleh pelaku. Kemudian sesampainya di TKP, korban dipukul pada bagian tengkuk. Setelah itu korban dicekik hingga tidak berdaya. Tidak hanya itu korban kemudian dibakar di atas tumpukan bambu. Keesokan harinya korban ditemukan warga dalam kondisi hangus.

(iwd/iwd)