Viral Emak-emak Pengamen Berkelahi di Kota Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 17:14 WIB
Video perkelahian emak-emak pengamen di simpang 4 Sekarsari, Kota Mojokerto viral di media sosial. Usai pertengkaran tersebut, 13 pengamen digaruk Satpol PP.
Emak-emak pengamen saat berkelahi/Foto: Tangkapan Layar

Video perkelahian tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Mayoritas netizen menduga kericuhan itu dipicu rebutan wilayah mengamen. Mereka pun menyayangkan perilaku emak-emak pengamen yang mengganggu masyarakat di sekitarnya.

"Tertip no ae lek koyok ngunu gk onok seng iso menghargai (Tertibkan saja kalau seperti itu tidak ada yang bisa menghargai)," tulis akun Kosongempatsatu di kolom komentar.

"Rebutan lahan kekuasa an," cetus akun Ram Yas.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono membenarkan video yang viral terjadi di simpang 4 Sekarsari pada Selasa (4/8) sore. Menurut dia, emak-emak yang berkelahi biasa mengemis dan mengamen di dua lokasi. Yaitu di simpang 4 Sekarsari dan simpang 4 Pemuda.

"Kemarin memang kami melihat ada viral di medsos terkait perkelahian antarpengamen. Setelah ada laporan, kami langsung ke lokasi. Dari perempatan itu (simpang 4 Sekarsari) kami amankan 13 orang yang mengamen dan mengemis," terangnya.

Ironisnya, lanjut Dodik, 7 dari 13 pengamen dan pengemis yang diamankan masih berusia anak-anak. Usia mereka 5-15 tahun. Menurut dia, mereka ditangkap karena melanggar Perda Kota Mojokerto Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.

"Mereka sudah berulang kali kami amankan, tapi setelah menerima pembinaan dan bantuan dari Dinas Sosial, mereka sering kali kembali ke lokasi," pungkasnya.


(sun/bdh)