Berkas Ancaman Kekerasan Sekda Bondowoso Dilimpahkan ke Kejaksaan

Chuk Shatu Widarsa - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 16:20 WIB
Kejari Bondowoso
Kejari Bondowoso (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Bondowoso -

Polisi akhirnya melimpahkan perkara ancaman kekerasan Sekda Bondowoso Syaifullah ke kejari setempat. Pelimpahan dilakukan setelah berkasnya dinyatakan sudah lengkap.

Menurut Kasi Intel Kejari Bondowoso, dalam pelimpahan tahap II ini pihak Polres Bondowoso sebagai penyidik perkara tersebut melimpahkan berkas dan tersangka.

"Betul. Kami sudah menerima pelimpahan tahap II perkara Sekda tersebut dari polres," ungkap Kasi Intel Kejari, Sucipto, kepada wartawan, Selasa (4/8/2020)

Ditanya kemungkinan ditahan, jelas Sucipto, hal itu menjadi kewenangan sepenuhnya jaksa penuntut umum (JPU). Karena memang menjadi kewenangan subyektif mau menahan atau tidak.

"Pastinya ada beberapa pertimbangan JPU. Misalnya, kemungkinan kabur, mengulangi perbuatan, atau menghilangkan barang bukti. Jadi tergantung JPU-nya nanti," tandas Sucipto.

Sebelumnya Sekda Bondowoso Syaifullah dilaporkan mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten, Alun Taufana, ke polisi karena dugaan pengancaman.

Dalam kejadian tersebut, Syaifullah diduga melakukan pengancaman pembunuhan melalui telepon terhadap Alun Taufana. Kepala BKD dinilai menghambat dalam proses pelantikan Sekda yg dilaksanakan pada 2019 silam.

Atas laporan Alun Taufana tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga Syaifullah kemudian ditetapkan sebagai tersangka, meski tidak sampai ditahan.

Syaifullah disangka melanggar Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Serta Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 29 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, juncto Pasal 335 KUHP.

(fat/fat)