Pasar Induk Puspa Agro di Sidoarjo akan Dibangun Akses Tol

Suparno - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 22:44 WIB
Gubernu khofifah tinaju Pasar Puspa Agro yang akan dibuka akses tol
Gubernur Khofifah pantau akses pembangunan tol puspa agro (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro di Desa Jemundo Kecamatan Taman, Sidoarjo, dalam waktu dekat akan dibangun akses ke jalan tol. Selama ini Puspa Agro memiliki luas lahan 50 hektar belum memiliki akses ke jalan tol.

Pasar Puspa Agro bisa juga disebut sebagai pasar induk yang menjual seluruh barang-barang pertanian, industri, perkebunan, perikanan, peternakan yang dijual secara segar.

Lahan yang sudah dibangun 20 hektar tahun 2008 ini menghabiskan dana sekitar Rp 585 milliar. Namun pasar tersebut masih sepi pembeli. Untuk mewujudkan harapan para pedagang, Pemprov Jatim segera membangun akses ke jalan tol.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan memaksimalkan lahan yang tersisa di Puspa Agro ini dengan membuka akses jalan. Yang pertama akan melewati jalan desa Kletek dan yang kedua dari lokasi Puspa Agro ke jalan tol.

"Dalam perpres 80 ini masuk dalam prioritas, tetapi bahwa ada pinjaman daerah, pinjaman daerah itu sendiri untuk sesuatu yang produktif. Maka akses jalan ini akan dimasukkan ke pinjaman daerah," kata Khofifah di lokasi akses jalan tol, Minggu (2/8/2020).

Tapi tentu, jelas Khofifah, akan dilakukan assesment tim dari SNI. Sebab, menkeu sudah mengizinkan Pemprov Jatim meminjam uang ke kementerian keuangan. Meski begitu pihak Pemprov Jatim tidak semudah itu melakukan pinjaman daerah.

"Kita akan menghitung pinjaman daerah untuk yang produktif. Kita hitung itu yang BEP-nya bisa kita hitung," tambah Khofifah.

Untuk itu pihaknya meminta Kepala Dinas Bina Marga menyiapkan petanya. Dan Biro Pemerintahan segera koordinasi serifikatnya. "Sehingga sekarang akses jalan ini segera diprioritaskan setelah itu untuk penyelenggaraan maksimalisasi fungsi dari Puspa Agro, akan menyiapkan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," jelas Khofifah.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga Jatim Gatot Sulistyo Hadi menjelaskan akses jalan ini berdekatan dengan pintu Tol Waru utama sekitar berjarak 2 Km. Diperkirakan pembangunan akses tol menelan biaya Rp 900 milliar.

"Proyek ini diprediksi selesai sekitar 2 tahun, menelan biaya Rp 900 milliar," tandas Gatot.

(fat/fat)