Biaya Pendidikan SMA/SMK Negeri di Mojokerto Cekik Orang Tua Siswa

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 18:29 WIB
Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Mojokerto
Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Mojokerto Imam Wahjudi (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Para orang tua siswa SMA dan SMK negeri di Mojokerto mengeluhkan biaya pendidikan tahun ajaran 2020/2021 yang mencapai Rp 3-5 juta per siswa. Terlebih lagi, kondisi perekonomian mereka saat ini belum pulih dari dampak pandemi COVID-19.

Mahalnya biaya pendidikan salah satunya terjadi di SMAN 1 Kota Mojokerto. Sekolah negeri di Jalan Irian Jaya tersebut saat ini mempunyai 930 siswa. Menginjak tahun ajaran baru, setiap siswa kelas 10-12 diminta membayar daftar ulang Rp 835.000.

Ditambah lagi sumbangan partisipasi masyarakat atau sumbangan peningkatan kualitas pendidikan Rp 2.200.000 per siswa. Sumbangan ini bisa dibayar selama 11 bulan mulai Agustus nanti. Yaitu Rp 200.000 per siswa per bulannya. Artinya, setiap orang tua siswa dibebani biaya Rp 3.035.000.

Kondisi ini dikeluhkan para orang tua siswa. Salah satunya HR (45), warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Terlebih lagi, penghasilannya sebagai konsultan pengawas proyek terhenti karena wabah COVID-19.

Saat ini dia hanya mengandalkan bisnis dagang online untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Padahal ketiga anaknya masih membutuhkan biaya pendidikan. Anak pertamanya kini kelas 12 di SMAN 1 Kota Mojokerto. Sedangkan dua anak lainnya kelas 3 dan 5 sekolah dasar (SD).

"Dari jualan online rata-rata sebulan hasilnya Rp 1,5 juta. Masih kurang untuk makan sehari-hari dan bayar anak sekolah," kata HR kepada detikcom, Rabu (29/7/2020).

HR mengaku keberatan dengan biaya pendidikan yang diterapkan di SMAN 1 Kota Mojokerto. Apalagi, setelah melunasi daftar ulang Rp 835.000 awal tahun ajaran baru lalu, dirinya harus membayar Rp 200.000 mulai bulan depan. Sumbangan partisipasi orang tua siswa itu naik dari tahun lalu Rp 120.000 per bulan.

"Tahun ini katanya sekolah tidak dibayar provinsi (Pemprov Jatim). Kenapa kok sekarang dibebankan ke orang tua siswa. Harusnya ditanggung Pemprov, apalagi situasi pandemi saat ini. Harapannya naiknya sewajarnya saja, tahun lalu 120.000 sekarang malah 200.000," ujarnya.

Tonton video 'Kisah Babinsa di Polman, Bantu Siswa Belajar di Masa Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]