Kematian COVID-19 di Surabaya Tertinggi, Polisi Cegah dari Desa hingga Kota

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 17:50 WIB
Poster
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Angka kematian pasien positif COVID-19 di Surabaya tertinggi secara nasional, yakni mencapai 748 orang. Untuk mencegah penularan meluas, polisi melakukan langkah pencegahan mulai dari hulu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan pihaknya melakukan optimalisasi mulai hulu, yakni lingkup terkecil dari masyarakat. Tak hanya di perkampungan, pencegahan ini juga dilakukan di perkantoran hingga fasilitas umum.

"Ada tiga segmen yang kita lakukan oleh Polda Jawa Timur, yang pertama tempat pemukiman dari kampung tangguh. Jadi berangkat dari hulu, masyarakat harus sudah disiplin protokol baik keluar masuk kampung atau kawasan di tempat pemukiman," kata Truno kepada detikcom di Surabaya, Selasa (28/7/2020).

"Segmen kedua adalah segmen tempat aktivitas, termasuk tempat kerja industri atau pabrik itu tempat orang bekerja dan melakukan aktivitas. Segmen ini kan juga ada seperti tempat ibadah tangguh, pasar tangguh kemudian industri tangguh atau kantor tangguh," imbuhnya.

Sementara untuk fasilitas umum, Truno menyebut hal ini juga tak luput dari perhatian pihaknya. Dari ketiga segmen ini, pihaknya melakukan berbagai kegiatan pencegahan COVID-19.

"Yang ketiga segmennya adalah area publik atau fasilitas umum misalnya seperti taman-taman terbuka kan tidak ada pengelolanya, seperti di Surabaya ada Taman Bungkul. Itu perlu intervensi dengan melakukan kegiatan preemtif, preventif dan persuasif," lanjut Truno.

Truno memaparkan upaya preemtif ini dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan. Sedangkan secara preventif melalui patroli yang dilakukan anggota polisi.

"Kemudian persuasif tadi kita melakukan tindakan yang bersifat preventif justice atau penindakan yang memberikan edukasi dan memberikan efek jera," ujar Truno.

Di kesempatan yang sama, Truno mengimbau masyarakat senantiasa mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Dari tindakan disiplin yang dilakukan ini, Truno optimis pandemi COVID-19 akan segera dilalui.

"Imbauannya kita masih memasuki di masa pandemi COVID-19, kuncinya apapun aktivitasnya tetap disiplin patuhi protokol kesehatan. Penularannya ini melalui droplet atau cipratan maka gunakanlah masker, bisa perlu dilapis lagi dengan face shield. Artinya protokol kesehatan kalau dipenuhi, gotong royong, guyub, ini akan tercegah kita semuanya. Jadi apapun bentuk ketangguhannya, dari individu masyarakat diperlukan untuk disiplin protokol kesehatan," pesan Truno.

(fat/fat)