Angka Kematian COVID-19 di Surabaya Teratas di Indonesia, Ini Penyebabnya

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 19:32 WIB
TPU Keputih blok COVID-19
TPU Keputih blok COVID-19 (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Kota Pahlawan menempati posisi teratas 10 kabupaten/kota di Indonesia dengan kasus kematian COVID-19 se-Indonesia. Total ada 803 pasien meninggal di Surabaya dari data yang dikeluarkan BNPB per 26 Juli.

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr dr Windhu Purnomo mengatakan angka kematian di Kota Pahlawan sudah melampui angka kematian nasional sekitar 4,8 persen. Untuk itu, angka itu harus dicegah.

"Itu tinggi, jauh terlalu tinggi jauh di angka nasional. Angka nasional 4,8 persen. Berarti Surabaya dua kali lipatnya angka nasional. Dan itu tak boleh," terang Windhu kepada detikcom saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020).

"Kalau kasus tinggi meningkat tajam itu tidak apa-apa. Apalagi itu dari hasil kita yang testing dan tracing yang bagus. Asal kematiannya jangan tinggi. Kematian di Surabaya kan masih tinggi 8 koma sekian kan," tambahnya lagi.

Menurut Windhu, tingginya kasus kematian di Surabaya disebabkan tingginya kasus COVID-19 yang membuat rumah sakit kewalahan menampung pasien. Ia kemudian menganalogikan kasus Corona di Kota Pahlawan seperti air bah yang tak mampu terbendung dan menyebabkan banyaknya kasus kematian.

"Rumah sakit tak mampu menampung orang kemungkinan untuk meninggal kan tinggi. Misal untuk mendapatkan bed pasien harus antre. Nah waktu antre itu nunggu bed itu bisa meninggal orang karena tidak sempat dirawat," terang Windhu.

"Artinya kematian tinggi itu kan karena ada banjir penularan dari hulu kalau saya mengibaratkan ini kan air bah. Jadi air bah itu mengalir terus ke bawah. Jadi bak-nya gak bisa nampung lagi airnya. Sehingga air bah turun ke bawah, rumah sakit tidak mampu menampung," imbuhnya.

Tonton video 'Nisan Warna-warni Pemakaman Covid-19 di Surabaya:

[Gambas:Video 20detik]