Residivis Kasus Pencurian Sebabkan Korbannya Meninggal Diamankan

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 16:58 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Polisi mengamankan seorang perampok truk, motor hingga emas yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. Saat beraksi menyatroni rumah, pelaku mengalungkan celurit pada korban dan meminta korban menunjukkan seluruh harta bendanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan pelaku yakni Muhammad Nawawi (29), warga Bugulkidul, Kota Pasuruan. Nawawi merupakan residivis perampokan toko emas di Indramayu.

"Modusnya menggunakan masker bercadar, dan mengancam dengan sajam celurit pedang dan melakukan pengikatan terhadap korban. Terhadap keterangan yang sudah diambil, saat melakukan aksinya, mereka mencuri barang berupa dua gelang emas masing-masing 40 gram dan 20 gram, 20 gram kalung, dan cincin 3 gram, uang Rp 50 juta, HP korban, motor kawasaki Ninja, dan truk, semua ini milik korban," papar Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (16/7/2020).

Sebelumnya, Truno menyebut pihaknya telah mendapatkan laporan pada 8 November 2017. Truno menambahkan komplotan ini terdiri dari enam orang. Di mana satu orang sudah diamankan dan empat lainnya masih buron.

"Aksinya dilakukan di berbagai tempat masih dalam proses pendalaman penyidik, pengakuan dia tidak bekerja sendiri, saty komplotan ada enam orang dan masih dalam proses pengembangan. Yang jelas satu tersangka lainnya sudah putusan, dengan pasal yang sama, ini tersangka kedua. Beraksi di Kabupaten Pasuruan," imbuh Truno.

Saat melakukan aksinya, pelaku tak segan mengikat dan melakban mulut korban, hingga mengalungkan celurit. Korban pun ketakutan hingga mau melakukan perintah pelaku.

Tak hanya itu, korban juga terluka akibat celurit hingga kritis. Namun saat dibawa ke layanan kesehatan terdekat, korban tak sadarkan diri hingga menghembuskan nafas terakhir.

"Kondisi dalam keadaan diikat, dan dikalungi celurit, dan disuruh menunjukkan harta bendanya dan kondisi ini secara psikir mengalami kerugian. Untuk korban, itu atas nama H Suyanto melapor ini terluka dalam keadaan kritis akhirnya meninggal dunia. Kondisinya saat itu tidak sadar dijerat dan dilakban mulutnya," ungkap Truno.

Sementara saat rilis di depan awak media, Nawawi mengatakan celurit ini berguna untuk mengancam korban. Dia mengaku memiliki bagian untuk mengancam korban dengan celurit.

"Saya bagian ngancam, sama bareng-bareng. Bawa celurit buat ngancam," kata Nawawi.

Dari aksinya, Nawawi mengantongi keuntungan Rp 10 juta. Sedangkan barang hasil curian dijual kembali dan hasilnya dibagi sesama komplotan.

"Saya dapat uang untuk makan saya dapat Rp 10 juta. Barang dijual anak-anak, saya terima beres. Baru ini ketahuan," lanjut Nawawi.

Atas perbuatannya, Nawawi dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

(hil/fat)